Aksi kamisan Jember ke 47 dilaksanakan pada kamis, (22/05/25) di depan gedung DPRD kabupaten Jember. Aksi kamisan jember sendiri merupakan aksi yang dilaksanakan pada hari kamis setiap dua minggu sekali untuk menuntut kejadian-kejadian HAM berat masalalu yang belum tuntas hingga kini. Karena bertepatan dengan momentum peringatan reformasi ke 27 tahun, Aksi ke 47 ini dilakukan untuk merefleksikan kegagalan negara mengatasi pelanggaran HAM berat pasca reformasi.

Sedikit berbeda dengan aksi kamisan jember biasanya.  Pada aksi ini terdapat treatikal 21 lilin, sebanyak 13 lilin digunakan untuk mengingat aktivis HAM yang hilang pada kejadian 1998 dan 8 lilin untuk mengingat tragedy trisakti dan semanggi. Sebanyak 13 orang duduk melingkar sebagai simbolis kawan yang hilang. Di tengah lilin terdapat foto-foto Jenderal terduga pelaku pelanggar HAM berat yaitu Prabowo yang kini menjabat menjadi Presiden RI, Hendropiyono, wiranto, Sutiyoso, dan Try Sutrisno. Foto-foto tersebut dibakar menggunakan lilin yang menyala disekitarnya. Massa juga membawa berbagai poster, melakukan orasi, membacakan puisi, hingga menyenandungkan berbagai lagu perjuangan.

“Kami disini berkumpul untuk memperingati hari dimana rakyat Indonesia berhasil menumbangkan rezim Soeharto, Orde Baru, yang dinamai reformasi. Tapi apakah benar yang dinamai reformasi itu masih ada? Kita mengetahui bahwa harga-harga kebutuhan sekarang mahal, harga kebutuhan pokok makin mahal, PHK massal dimana-mana, cari kerja susah. Situasi kita saat ini sama seperti saat reformasi 98 di saat krisis ekonomi terjadi,” tegas Dhira salah satu massa yang melakukan orasi. Ia juga menambahkan bahwa hal-hal tersebut diperkuat dengan represifitas aparat, sebuah contoh di Jakarta 70 orang ditangkap akibat memperingati reformasi 98. Ia menilai bahwa reformasi hanya kulitnya saja, namun esensinya tetap sama, represifitas, krisis, dan kekuasaan yang dimonopoli sebagian orang.

Tata selaku koordinator aksi kamisan Jember menyampaikan, “harapannya adalah untuk merangkul kawan-kawan mahasiswa ataupun kawan-kawan di jember, supaya kita selalu bersolidaritas terkait hal-hal tentang aksi, gerakan, dan lain-lain.” Terutama hal-hal yang berkaitan dengan HAM, karena inti dari aksi kamisan ini yang disampaikan kawan aksi bukan sekedar peringatan saja, tetapi perjuangan untuk menolak lupa bahwa pelanggaran HAM di Indonesia masih banyak yang belum dituntaskan.

  • Penulis: Yenda Aulia
  • Fotografer: Hical Wibowo