QR Code Geser Absen Manual, Beberapa Jenis Ponsel Terkucilkan  

JEMBER, Manifest – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (FTP UJ) mulai menerapkan sistem presensi secara online melalui Quick Reponse Code (QR Code) sejak Senin (03/09). Namun, penerapan sistem ini masih mengalami beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Diantarannya masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan saat melakukan presensi karena tidak semua jenis ponsel bisa digunakan.

Hegi mahasiswa FTP Angkatan 2017 mengeluhkan sistem presensi QR Code yang diterapkan di FTP UJ. Menurutnya, QR Code ini terkesan memberatkan. Mahasiswa ditekankan untuk memiliki ponsel yang lebih canggih. “Kasihan sih sama yang gak punya HP, apalagi yang iOS belum di upgrade. Kan kayak harus punya HP semua sih minimal android lah.” Jelasnya.

Hal senada diungkapkan Atikah, mahasiswa FTP Angkatan 2018. Ia mengatakan presensi melalui QR Code terlalu ribet. Beberapa teman kelasnya tidak bisa melakukan presensi karena International Mobile Station Equipment Identity (IMEI) ponsel tidak cocok. Menurutnya, mereka tidak bisa mengurus karena kebingungan dan belum paham betul mengenai QR Code. “Diperbaiki dulu ya sistem dari SISTER (Sistem Informasi Terpadu) nya, spesifikasi HP kan beda-beda.” Tuturnya.

Rendra Lebdoyono selaku Wakil Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTP menjelaskan, untuk saat ini sosialisasi mengenai QR Code belum menyeluruh karena terhalang waktu dan banyak kendala. Namun, kedepannya akan diusahakan adanya sosialisasi kepada mahasiswa mengenai QR Code. Pihak BEM akan mengadakan program Hi Talk untuk menampung aspirasi mahasiswa. “Gak semuanya bisa absen, harus yang punya android. Nah itu yang akan jadi topik bahasan kami.” Terang Rendra.

Nidya Shara Mahardika selaku Dosen FTP UJ mengatakan sosialisasi telah dilakukan sebelum perkuliahan dimulai. Semua dosen sudah diajarkan cara mengoperasikan QR Code supaya bisa memberikan pengawalan kepada mahasiswa. Namun, karena sistem QR Code masih baru dijalankan sehingga masih sering terjadi kesalahan. “Ketika telah melakukan QR Code tidak bisa masuk, akhirnya dosen juga harus membantu absensi lagi, padahal mahasiswa sudah mengscan QR Code yang ada di ruangan.” Imbuhnya.

Terkait dengan keluhan mahasiswa, Siswoyo Soekarno selaku Dekan FTP UJ menyatakan sistem masih dalam proses pengembangan oleh Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT TIK) UJ. Penentuan keputusan dalam pembuatan sistem tidak serta merta diberlakukan, ada proses panjang yang dilakukan dengan harapan hasil akan bisa diterima dengan baik. “Setiap upaya perbaikan peningkatan kualitas itu pasti ada yang namanya kendala.” Jelasnya. Siswoyo juga menambahkan bahwa jenis ponsel untuk QR Code akan terus dikembangkan agar bisa dijangkau semua kalangan mahasiswa. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *