Hidupkan Kembali Budaya Menulis Melalui Launching Buku 12 Keping Kebodohan

Acara Launching Buku 12 Kepingan Kebodohan diadakan di Cafe Kafein, Jalan Tidar 10 Kabupaten Jember pada jumat (01/06). Buku ini diinisiasi oleh 4 orang mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, diantaranya Tri Angga Maulana, Abu Bakar Ahmad, Mohammad Khairul Umam, dan Bagas Bayu Widyantoro. Acara dimulai pada pukul 20.00 WIB dengan susunan acara meliputi diskusi bersama penulis, live music, dan pembagian doorprize.

Tri Angga Maulana Selaku Pimpinan redaksi dan penulis mengaku butuh waktu sekitar 5 bulan dalam penggarapan buku ini, dimulai dari pencarian dan penggagasan ide, penulisan, diskusi dengan penerbit sampai terselenggaraknnya launching ini. Ia mengaku tidak menutup kemungkinan untuk menerbitkan buku lagi di lain kesempatan. Ia juga melihat rasa ketagihan menulis para tim penulis pemula ini masih tinggi, sehingga perlu wadah dalam menampilkan karya-karya mereka. Ia juga berharap peluncurkan buku ini dapat menjadi batu loncatan untuk mereka bahwa berseni tidak hanya bermusik ataupun teater. “Bagi kami dengan menulis itu sudah merupakan bentuk berkesenian dalam bentuk sastra. Kita juga ingin meningkatkan minat teman-teman untuk menulis atau setidaknya membaca”. Ungkapnya.

Abu Bakar Ahmad selaku penulis mengaku pembuatan buku ini dimulai dari keinginan salah satu penulis agar ide ide hasil diskusi dapat diabadikan. “Jadi awalnya Tri Angga ini melihat potensi kawan kawan penulis ini, dia merasa ide ide dari mereka ini cocok untuk ditulis dari pada terbuang percuma”. Jelas Abu. Ia juga mengatakan kedepannya tim penulis ini memiliki wacana untuk mengadakan bedah buku dan diskusi bersama “Untuk tempat kita masih belum tau mungkin akan dimulai di UKM-K Dolanan terlebih dahulu dibedah disana dan nanti mungkin cari tempat tempat lain yang bisa menampung.” Tambahnya.

Hermawan sebagai pimpinan penerbit mengaku antusias dengan penerbitan buku ini. Ia bangga karena ternyata masih ada mahasiswa yang masih peduli dengan dunia literasi. “Kesan pertama saya ketika dihubungi oleh salah satu penulis yaitu ternyata masih ada anak muda yang mau menulis sastra berupa cerpen biasanya puisi”. Tukasnya. Ia juga berharap kedepan launching buku ini dapat menjadi pemantik penulis – penulis lain untuk menerbitkan karyanya. “Saya sangat bangga sekali ada mahasiswa yang masih mau menulis buku, ini membuktikan bahwa budaya literasi diindonesia masih ada nafas”. Tambahnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *