Pagelaran Seni Teater dalam Senyum Dolanan ke-7

Jember, Manifest – Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian (UKMK) Dolanan menggadakan pementasan teater pada Minggu (17/12) di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM). Pementasan teater menyajikan dua penampilan yaitu naskah monolog dan naskah tim. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan dari Senyum Dolanan 7 yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali. Senyum dolanan 7 berlangsung dari tanggal 13, 16, 17 dan 19 Desember dengan rangkaian acara meliputi pameran rupa (Noir), pementasan tari (Mirror), Dolanan Teater, dan ditutup oleh pementasan musik.

Muhammad Amirudin atau biasa dipanggil Kacang sebagai ketua umum UKMK Dolanan mengatakan bahwa pementasan bertajuk Senyum Dolanan 7 ini merupakan acara besar yang khas dari UKMK Dolanan, “Senyum sendiri kita ibaratkan tidak usah susah, kita mentas, pameran, nggarap sendiri, kita banggakan sendiri. Semua bidang di dolanan tampil, ada rupa, tari, teater dan musik”, ujarnya. Selain anggota Dolanan, acara ini juga diisi oleh kolaborasi dari beberapa pihak, “Di acara pameran seni kita menggandeng Komunitas Perupa Jember dan Pena Hitam, untuk tari kita menggandeng SMKN 1 Jember sebagai tari penampil dan juga maba FTP, selebihnya diisi anak dolanan sendiri”, tambahnya.

Abid Amar Alaudin atau biasa dipanggil Pancal selaku ketua pelaksana acara Senyum Dolanan 7 menjelaskan tentang konsep cerita pementasan teater, “Ada 2 penampilan, naskah monolog berjudul Mulut menceritakan tentang fenomena yang ada, sebuah bentuk peka lingkungan. Sedangkan naskah tim berjudul Khamid lebih menceritakan sebuah budaya yang ada di masyarakat”, terangnya. Meskipun ada beberapa kendala yang dihadapi selama persiapan dan pelaksanaan, namun acara tetap bisa terselenggara, “cuaca dan waktu yang bentrok dengan acara UKM Kurusetra dan festival kampung Jacklot juga sedikit mengurangi jumlah penonton”, imbuh Pancal.

Ike Khasanatut sebagai penonton mengaku cukup antusias dengan adanya acara ini, “Acaranya asik, dramanya bagus untuk ditonton, banyak makna terkandung di dalamnya”, ujarnya.  Menurut Ike ada pelajaran yang dapat diambil dari pertunjukkan teater yang ditampilkan, “Di naskah tim saya dapat pelajaran untuk hidup sederhana dan jangan mengada-ngada jika memang diluar kemampuan kita”, terangnya. Ike juga berharap UKMK Dolanan kedepannya lebih maju, berkembang, dan tetap berkreasi untuk negeri.[]

 

Desi Wulandari

Seorang perempuan. Belum lulus dari Fakultas Teknologi Pertanian UNEJ. Masih hidup dan sedang bergelut di biro media LPM Manifest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *