Sampah Gedung E Tanggung Jawab Siapa?

  • 4
    Shares

Jember, Manifest – Beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (FTP UJ) mengeluhkan masalah sampah yang menumpuk di lingkungan kesekretariatan (Gedung E). Hal ini diungkapkan mahasiswa yang melihat sampah berserakan di salah satu sudut gedung E. M Kamil Abdillah selaku Ketua Umum UKMKI Kosinusteta menjelaskan sampah sisa makanan menumpuk di depan kesekretariatan. “Seperti yang terjadi belakangan ini sampah-sampah dari sisa makanan yang dikonsumsi teman-teman menumpuk didepan sekret Kosinusteta”, ungkap Kamil. Ia menambahkan bahwa sampah di lingkungan kesekretariatan seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.

Hal yang sama juga diungkapkan Yusuf Ade Nararya selaku Ketua Umum UKKM Agritechship, menurutnya hanya beberapa sekret yang kondisinya bersih. “Ada beberapa hal, yang pertama letak tempat sampah dan kondisi dari teman-teman juga malas membuang sampah”, jelasnya. Yusuf menambahkan bahwa harus ada kesadaran dari masing-masing individu. ”Jadi ketika sampah sudah penuh tercecer seperti itu, kedepannya harus ada kesadaran dari masing-masing individu”, tambahnya. Perihal masalah sampah, Yusuf mengungkapkan bahwa program Jumat Bersih yang digagas teman-teman UKM tidak berjalan lagi. “Kalau dulu itu ada namanya Jumat Bersih, sempet ada, pernah dilakukan Jumat Bersih tapi tidak berjalan lagi. Soalnya kenapa tidak berjalan lagi, dari teman-teman UKM pun tidak semuanya ikut”, ungkap Yusuf.

Tidak jauh berbeda, Mohammad Amirudin selaku Ketua Umum UKMK Dolanan menjelaskan bahwa sampah organik maupun non organik cukup banyak di setiap UKM. Udin menambahkan bahwa dengan banyaknya sampah tidak diimbangi dengan tempat sampah yang jumlahnya minim. “Akhirnya menumpuk sampai berhari-hari dan tidak ada yang membersihkan”, tambahnya. “Untuk menyikapi sampah yang menumpuk, dari teman-teman sendiri khususnya Dolanan sendiri, kita biarkan dulu sampai benar-benar menumpuk baru dibersihkan secara berkala, mungkin dua hari sekali”, tambahnya.

Terkait masalah sampah yang menumpuk di lingkungan kesekretariatan, pihak Cleaning Service FTP UJ mengaku bukan tanggung jawabnya. Zainul salah satu petugas Cleaning Service FTP UJ mengakatan bahwa untuk lingkungan kesekretariatan bukan tanggung jawab pihaknya. “Tidak ada kalau disana, bukan tanggung jawab kita, kita selama ini belum ada tugas disana”, jelasnya. “Kalau setiap hari jumat kita bersihkan gazena, biasanya dipojok itu ada tempat sampah kuning, dari tempat sampah kuning terus ditaruh digerobak”, tambahnya. Zainul mengatakan bahwa untuk sistem penanganan sampah pihaknya telah membuat lubang untuk membuang sampah yang ada di lingkungan kesekretariatan. “Sementara ini dibiarkan, kan sini sudah memfasilitasi pembuatan jurang, ternyata dari mahasiswanya sendiri itu seharusnya buang di jurangnya, ternyata malah diluar jurang”, ungkapnya.

Ahmad Dwi Prijanto selaku Kasub Umum FTP UJ menjelaskan bahwa terkait masalah sampah, petugas Cleaning Service bertanggung jawab di dalam gedung. “Teman-teman Cleaning Service yang bertanggung jawab di gedung, memang ada pemetaanya sendiri. Kalau diluar ya tanggung jawab bareng”, ungkapnya. Menindaklanjuti masalah sampah pihaknya mengaku akan membuat himbauan terkait pembuangan sampah. “Mungkin nanti kalau perlu dibuatkan pengumuman yang mudah terlihat dan terbaca, nanti kita rencanakan untuk himbauan itu. Mungkin nanti dipusatkan di belakang (pembuangan sampah, red), katanya ada lubang disana. Mungkin nantinya ada himbauan untuk penempatan sampah di belakang”, tambahnya. Ia juga mengatakan bahwa akan memfasilitasi kesekretariatan UKM terkait masalah sampah. “Nanti kalau memang sekret mengajukan tempat sampah kita beri, kita nunggu pengajuan, jadi nanti sampaikan untuk pengajuan tempat sampah”, jelasnya.

Menyikapi masalah sampah dan kebersihan lingkungan kesekretariatan UKM, Herlina selaku Wakil Dekan 2 FTP UJ mengatakan akan menambah dua petugas Cleaning Service. “Jadi kami sebetulnya mengupayakan tambahan dua orang tapi belum disetujui oleh pusat”, jelasnya. Herlina juga mengatakan bahwa selama ini tidak ada petugas Cleaning Service yang bertanggung jawab untuk wilayah kesekretariatan UKM. “Selama ini memang tidak ada (petugas Cleaning Service, red), tidak pernah dibersihkan. Harapan kami adalah kesadaran dari mahasiswa bekerja sama untuk membina lingkungan sekretnya masing-masing”, ungkapnya. Terkait dengan ini, Ia berencana akan melakukan pertemuan dengan UKM. “Saya sampaikan ke Wakil Dekan (WD) 3 nanti, sekalian nanti koordinasi sama mahasiswa, karena ranahnya WD 3 dengan saya masalah kebersihan bagaimana. Ayo kita rapat, kita bicara, kita duduk bersama”, ungkapnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *