Akreditasi TEP Kadaluarsa, Kelulusan Mahasiswa Tertunda

  • 1
    Share

Jember, Manifest – Penundaan sidang dilakukan oleh beberapa mahasiswa Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (TEP FTP UJ) dikarenakan reakreditasi jurusan. Menanggapi adanya beberapa mahasiswa yang menunda sidangnya dikarenakan akreditasi ini, Siswoyo selaku dekan FTP UJ menjelaskan bahwa mahasiswa tetap bisa sidang tanpa menunggu reakreditasi selesai. Menurutnya reakreditasi Jurusan Teknik Pertanian ini akan memakan waktu kurang lebih selama 6 bulan. “Apabila ketika akan melamar kerja pihak perusahaan membutuhkan syarat akreditasi maka dapat digunakan salah satu akreditasi antara fakultas atau universitas. Apabila akreditasi fakultas masih belum ada atau dalam masa vacum, maka dapat digunakan akreditasi universitas. Kecuali apabila dari universitas maupun fakultas sama-sama belum memiliki status akreditasi maka itu yang jadi masalah.” Jelasnya lagi.

Bambang Marhaenanto selaku ketua jurusan (Kajur) Teknik Pertanian menjelaskan bahwa pihaknya telah mulai mengerjakan borang penilaian mulai 1 tahun yang lalu. Bambang menambahkan idealnya 6 bulan sebelum akreditasi habis, berkas reakreditasi sudah harus diajukan. Menurutnya kesibukan karena rangkap jabatan sebagai kajur dan LP3M membuat finishing dan koordinasi dengan tim Taskforce akreditasi jurusan terganggu sampai akhirnya masa berlaku akreditasi sudah terlewat. Bambang Marhaenanto mengakui adanya kepanikan dan ketakutan dari jurusan dikarenakan habisnya masa akreditasi. “Karena kan ada aturan, kalau masa non akreditasi ijazah kelulusan tidak diminati untuk masuk ke pegawai negeri karena dianggap tidak terakreditasi,” jelasnya.

Bambang selanjutnya menerangkan bahwa saat ini semua berkas masih ada di jurusan dan sedang diperbaiki lagi disela-sela kesibukannya. Bambang juga menjelaskan bahwa sebernarnya ada ketentuan bahwa mahasiswa yang akan sidang saat akreditasi jurusan sedang kosong bisa menggunakan akreditasi universitas. “Ternyata ada ketentuan akreditasi boleh menggunakan akreditasi universitas, jadi kendor lagi, saya masih saja merasa berkasnya kurang bagus sehingga disempurnakan lagi, target saya ini akhir tahun karena kalau akhir tahun nanti ada perubahan dari 7 menjadi 9 standarnya. Jadi harapan saya akhir november ini selesai.” Jelasnya lebih lanjut.

Ellida Novita selaku ketua Gugus Penjamin Mutu (GPM) FTP UJ menyatakan bahwa akreditasi menjadi hal yang sangat penting saat ini. Menurutnya penundaan sidang itu memang diperlukan karena sekalipun bisa memakai akreditasi universitas, tetap saja akreditasi prodi atau jurusannya masih kosong. “Saya dapat informasi dari rapat PAK dan kepala bironya bilang begini, misalkan gini saya lulus cum laude, tapi saat status prodi saya tidak terakreditasi maka status cum laude saya tidak diakui, sampai seperti itu, bagaimanapun akreditasi sekarang ini menjadi hal yang penting.” Jelasnya.

Muhamad Fahri mahasiswa Teknik Pertanian angkatan 2013 membenarkan perihal penundaan sidang oleh beberapa mahasiswa Teknik Pertanian. Fahri menjelaskan ada 3 temannya yang menunda sidang karena akreditasi jurusan TEP. Menurutnya keputusan penundaan itu dari pihak fakultas, jurusan, dan dari komisi bimbingan (kombim) yang menyarankan untuk menunda sidang sampai proses reakreditasi selesai. “Memang itu menunda waktu kelulusan kita, tapi lebih baik seperti itu daripada nanti ketika melamar kerja dipertanyakan tentang akreditasinya itu kebelakangnya akan jauh lebih buruk.” Jelas Fahri. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *