Sistem E-TPS untuk Pemilu Raya BEM dan BPM Pertama

JEMBER, Manifest – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Universitas Jember (KPUM UJ) menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) raya untuk memilih Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM). Pembukaan pemilu raya bertempat di Gazebo Serba Guna Fakultas Teknologi Pertanian (Gazena FTP) pada Kamis (02/11) dengan dihadiri Wakil Rektor (WR) 1, Dekan, Wakil Dekan (WD) II  dan III, Kepala Sub Bagian Tata Usaha serta beberapa mahasiswa aktif FTP UJ. Pemilu raya ini menggunakan sistem pemungutan suara elektronik (E-TPS) yang dilaksanakan di setiap fakultas yang ada di UJ. Sistem E-TPS mengadopsi sistem pemungutan suara di Amerika dengan sistem komputer yang sudah terenkripsi data dari pemilih, sehingga pemilih tidak akan bisa memilih diluar komputer yang telah disediakan.

Zulfikar selaku Wakil Rektor 1 menjelaskan tujuan diadakannya pemilu raya ini untuk mencari kandidat terbaik dalam memimpin mahasiswa UJ. “Pemilu raya ini sebagai proses dimana keinginan (aspirasi) adik-adik harus tersalurkan sekaligus untuk membangun softskill”, ujarnya. Zulfikar menilai penggunaan E-TPS ini sebagai wujud integrasi dari perguruan tinggi, “Solusi terbaik ketika mampu mengintegrasikan antara perkembangan teknologi dengan kehidupan sehari-hari, kalau pemilu pakai kertas, berapa banyak kertas yang mau dibuang”, tambahnya.

Moh. Musta’anul Khusni selaku ketua KPUM mengatakan ada beberapa kendala terkait pelaksanaan E-TPS, “Ada beberapa sistem error, bukan karena program dari E-TPS kami yang tidak siap, tapi mungkin karena proses penginputan IT mereka melalui mawa fakultas karena ini baru pertama kali”, paparnya. Musta’anul juga menambahkan bahwa minimnya perangkat komputer yang ada pada setiap fakultas juga turut menjadi kendala pelaksanaan E-TPS, “Sebetulnya kami meminta dari rektorat minimal tiap fakultas yang mahasiswanya diatas 2000 mendapatkan hak pilih suara sebesar 10 komputer, tapi mau gimana lagi kemampuan tiap fakultas berbeda”, ujarnya. Minimnya perangkat komputer menjadi evaluasi ketika sistem ini digunakan lagi kedepannya, “Tadi di FKIP, antusias mahasiswanya luar biasa, namun perangkat yang bisa digunakan hanya 5 sehingga terjadi antrean panjang, akhirnya banyak yang meninggalkan E-TPS”, jelasnya.

Shumini Ayu selaku mahasiswa FTP yang menjadi pemilih dalam pemilu raya mengatakan cukup antusias mengikuti sistem E-TPS, “Cukup antusias, soalnya ini pengalaman pertama melakukan elektronik voting”, ujarnya. Ia juga berharap kedepannya BEM dan BPM terpilih dapat membawa nama UJ lebih baik, “Semoga lebih baik lagi universitas dibawah naungan BEM dan BPM yang baru nantinya”.Tukas Sumini.[]

 

Penulis: Ulfa M

Editor: Desi Wulandari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *