Tempo Institute Adakan Diskusi Jurnalisme Investigasi Bersama AJI Jember

JEMBER, Manifest – Tempo Institute bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jember mengadakan acara Investigasi Bersama Tempo di kafe Warung Ndalung pada Rabu (21/6). Acara tersebut membahas jurnalisme investigasi dengan pemateri Felix Lamuri selaku Program Manager Tempo Institute. Acara tersebut mengundang jurnalis, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), dan pegiat media sebagai peserta diskusi.

Friska Kalia selaku Ketua AJI Jember mengatakan, tujuan diselenggarakannya acara tersebut yakni mengajak wartawan untuk lebih berminat melakukan liputan investigasi. ”Karena AJI Jember melihat masih banyak wartawan di Jember yang kurang berminat untuk melakukan liputan investigasi,” tambahnya. Selain itu Ia menjelaskan tujuan lain dari acara tersebut yakni mengajak kawan-kawan LPM dan jurnalis untuk lebih paham cara yang benar untuk melakukan liputan investigasi. ”Sebenarnya banyak persepsi yang salah soal liputan investigasi, selalu soal kasus, selalu soal hal-hal buruk, sebenarnya tidak selalu seperti itu,” ungkapnya. Ia menerangkan bahwa liputan investigasi lebih ke sesuatu yang tidak diketahui orang banyak dan hal tersebut yang harus digali.

Friska menambahkan bahwa Jember merupakan kota kesepuluh dalam lawatan Tempo Institute ke berbagai kota. Ia mengatakan lawatan Tempo Institute tersebut sekaligus mensosialisasikan program beasiswa Tempo. ”Karena tahun kemarin kurang sosialisasi jadi peminatnya tidak terlalu banyak, akhirnya disosialisasikan sembari menimbulkan minat wartawan di daerah untuk melakukan investigasi,” Ungkapnya.

Felix Lamuri selaku pemateri pada acara tersebut menjelaskan liputan investigasi sebenarnya merupakan penjabaran dari 5W + 1H namun lebih menitik beratkan pada isu yang ditutup-tutupi untuk diungkap. ”Investigasi itu sebenarnya lebih memberi bobot pada sebuah berita, bobot dari sisi kelengkapan data, kejelasan modus, kejelasan pelaku dan sebagainya,” jelasnya. Ia berharap dengan diadakannya acara tersebut media umum dan LPM dapat menjaga daya kritis masing-masing. ”Yang menjadi dasar sebuah investigasi dijalankan dari sifat kritis,” Tambahnya.

Intan salah satu peserta diskusi mengungkapkan acara tersebut baik mengingat banyaknya berita tidak benar dimedia sosial sehingga perlu dilakukan penelusuran lebih dalam. ”Perlu ditelusuri lebih dalam lagi supaya nanti berita benar-benar sesuai faktanya,” Jelasnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *