Bulan Penuh Kemunafikan

Selamat datang duhai kekasihku

Selamat datang di bulan penuh kemunafikan

Dimana sebagian besar khalayak berbondong-bondong

Menuju gerbang penuh rahmat dan ampunan

 

Masjid-masjid yang semulai sepi

Kini mulai sesak dipadati

Toa surau-surau pun bersahutan melantunkan ayat-ayat suci

Semua bersorak mengagungkan Sang Ilahi

 

Namun, duhai sayangku

Bulan ini terasa aneh bagiku

Ada yang berbeda dari pandanganku

Seakan semua ini fana bagiku

 

Saksikanlah sayangku !

 

Artis-artis nampak berselok dengan anggun

Dibalut tudung bernafaskan syar’i

Lupakan saja sejenak gossip murahan yang bertebaran

Mari sambut mereka yang berdandan bak wali

 

Pejabat pun tak mau kalah

Di bulan yang penuh berkah

Mereka rajin memberikan sedekah

Meskipun hartanya hasil dari menjarah

 

Agen kapital berubah sosok menjadi malaikat

Mereka bersama para birokrat

Berubah menjadi tuan yang melayani rakyat

Berharap diberi kemudahan dunia akhirat

 

Duhai kekasihku…

Janganlah engkau terkaget-kaget

Janganlah mukamu bermuram durja

Atas segala keterbalikan ini

 

Wahai kekasihku…

Saksikanlah segala kemunafikan yang terjadi

Hanya satu kegelisahanku

Apakah kita termasuk orang-orang seperti tadi ?

Herman Setiawan

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (FTP UJ) angkatan 2014. Aktif dalam organisasi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Manifest FTP UJ. Saat ini sedang menjabat sebagai Staff Redaksi LPM Manifest 2017-2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *