Reporter LPM BOM ITM Ditangkap Polisi, Persma Kawal Lewat Media

  • 1
    Share

JEMBER, Manifest – Seperti dihimpun dalam laman persma.org pada Selasa (16/05), Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) di berbagai kota gencar melakukan pengawalan isu lewat media atas ditangkapnya dua reporter Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) BOM Institut Teknologi Medan (ITM) oleh pihak Polrestabes Medan. Tercatat PPMI DK (Dewan Kota) Surakarta, Bali, Manado, dan Malang bergantian merilis pernyataan sikap atas insiden yang menimpa kawan mereka di Medan. Bahkan beberapa PPMI Kota seperti Malang, Manado, dan Surakarta juga melakukan aksi solidaritas agar Polres Medan membebaskan kedua reporter LPM BOM ITM.

Menanggapi kasus yang menimpa dua reporter LPM BOM ITM yang ditangkap polisi di Medan, Joko cahyono selaku Badan Pekerja (BP) Media PPMI Naisonal mengatakan pihaknya akan tetap mengawal isu ini melalui portal online persma.org. Ia juga menyatakan PPMI Nasional sedang gencar memblow-up isu lewat media sosial, khususnya Instagram. “Sehingga untuk memasifkan isu ini ke publik lewat persma.org dan Instagram,” kata Joko.

Ia berpendapat media merupakan arah gerak dari pers mahasiswa. Untuk itu, ia menganggap aksi yang dilakukan oleh pers mahasiswa dominan pada media. Meskipun menurutnya tidak menutup kemungkinan pers mahasiswa juga melakukan aksi turun jalan. “Untuk aksi jalan atau massa itu lebih ke gerakan mahasiswa lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Nazilul Mutaqin selaku Sekretaris Jenderal (Sekjend) PPMI Kota Jember mengatakan pengawalan isu lewat media sangat penting. Menurutnya, dengan masifnya pers mahasiswa mengawal isu tentang penangkapan reporter LPM BOM ITM, akan membuat masyarakat mempertanyakan kejadian tersebut. “Ketika ada isu dan yang memposting itu banyak akun, pasti pihak yang dituntut akan kelabakan,” tambahnya.

Dilansir pada kronologi penangkapan reporter LPM BOM ITM saat peliputan di laman persma.org (07/05), Fikri Arif dan Fadel Muhammad Harahap ditangkap pihak polisi Resort Kota Medan. Kedua reporter tersebut ditangkap saat meliput demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Konsolidasi Mahasiswa Sumatera Utara. Aksi tersebut menanggapi momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardikanas) pada Selasa (02/05) di Simpang Pos Padang Bulan, Medan.

Syahyan P Damanik selaku Pimpinan Umum (PU) LPM BOM ITM dalam pertanyaan sikap lembaganya menyatakan kondisi kedua awak medianya sangat memprihatinkan. Menurutnya, Fikri Arif mengalami leuka lebam di bagian wajah dan penglihatan sebelah kiri sedikit kabur. Selain itu, ia juga mengungkapkan keadaan kedua kadernya memburuk ketika menjawab perrtanyaan oleh tim pemeriksa dengan menggunakan baju tahanan dan tangan yang terborgol. []

Herman Setiawan

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (FTP UJ) angkatan 2014. Aktif dalam organisasi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Manifest FTP UJ. Saat ini sedang menjabat sebagai Staff Redaksi LPM Manifest 2017-2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *