Inagurasi Angkatan 2016 : Langkah Awal Menjalin Kekompakan

JEMBER, Manifest – Mahasiswa angkatan 2016 Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (FTP UJ) mengadakan acara Inagurasi pada hari Sabtu (13/05).  Inagurasi  mahasiswa angkatan 2016 ini bertempat di depan double way FTP UJ. Acara ini mengangkat tema EL-GORDO yang merupakan singkatan dari Elegant, Glamour, Dynamic and Extraordinary.

Jayus selaku Pembantu Dekan (PD) III mengatakan bahwa acara inagurasi bisa digunakan untuk menggali potensi non-akademik yang dimiliki oleh mahasiswa. “Makanya saya menekankan tahun ini yang perform itu usahakan mahasiswa 2016 sendiri. Kalau yang tampil orang luar mungkin lebih meriah, tapi makna pengembangan potensinya jadi lumpuh”. Menurutnya banyak aspek yang bisa didapatkan oleh mahasiswa dari penyelenggaraan acara seperti inagurasi, misalnya aspek managerial, leadership, dan kerjasama. Selain itu, Jayus menambahkan bahwa adanya Inagurasi juga bisa meningkatkan kualitas FTP “Jika berprestasi dibidang seni, mereka bisa mengisi Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI) sehingga ketika mereka lulus akan banyak perusahaan yang mencari”, paparnya.

Moch. Ridlo Haekal Wijaya selaku ketua panitia mengatakan tujuan diadakannya Inagurasi yaitu untuk mempererat angkatan, “P2MABA nggak menjadi jaminan kompak, jadi inagurasi ini sebagai langkah awal selain P2MABA kemaren untuk menjalin kekompakan”. Ia juga berharap Inagurasi 2016 bisa menjadi batu loncatan untuk acara kedepannya, “Harapanku temen-temen yang nggak berkecimpung dalam Inagurasi bisa melihat kerja temen-temen panitia lalu bisa tergerak hati untuk menolong, dari situ mungkin bisa terjalin kekompakan”, tambahnya. Acara tersebut dimulai dari pagi hingga malam hari dengan serangkaian acara seperti bazar dan pentas seni semua jurusan 2016, penampilan beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dilanjutkan dengan acara puncak oleh guest star.

Aly Firdaus mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (THP) yang hadir sewaktu Inagurasi sedikit menyayangkan bahwa acara sedikit molor karena adanya kendala non-teknis seperti hujan, sehingga acara puncak tidak terlaksana dengan maksimal. “Saran untuk kepanitiaan selanjutnya agar menjadikan kendala-kendala dari acara ini sebagai bahan pelajaran sehingga pada acara selanjutnya dapat berjalan lebih baik”, imbuhnya.[]

Desi Wulandari

Seorang perempuan. Belum lulus dari Fakultas Teknologi Pertanian UNEJ. Masih hidup dan sedang bergelut di biro media LPM Manifest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *