LPJ BEM FTP Molor, Aktivitas Ormawa Terganggu

  • 1
    Share

JEMBER, Manifest – Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (BEM FTP UJ) hingga saat ini tak kunjung dilaksanakan. Molornya LPJ BEM berdampak pada terhambatnya aktivitas organisasi mahasiswa (ormawa) yang ada di FTP UJ. Seperti pembahasan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) Ormawa FTP yang tak kunjung disahkan dan molornya pelantikan pengurus BEM baru. Pihak fakultas dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FTP UJ melalui surat nomor 1099/UN25.7/KM/2017 telah menghimbau Kasang Heru selaku Ketua BEM 2015-2016 untuk segera menyelasaikan LPJ-nya.

Jayus selaku Pembantu Dekan (PD) III mengatakan bila LPJ tidak kunjung dilaksanakan, maka Rancangan Anggaran Belanja (RAB) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FTP UJ bakal terganggu. Selain itu menurutnya, kepengurusan BEM 2017-2018 juga tidak dapat dilantik apabila LPJ belum terlaksana. “Yang baru belum bisa segera dilantik dan itu memang seharusnya menjadi tanggungan pengurus BEM yang lama atau yang ada,” jelas Jayus.

Muhammad Dian Nurul Hidayat selaku ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FTP UJ, mengatakan bahwa Kasang Heru belum siap dalam melaksanakan LPJ. Ia menuturkan bahwa terdapat tiga kali triwulan untuk evaluasi  yang seharusnya dilakukan oleh BEM. Ia mengatakan bahwa evaluasi tersebut hanya mampu dilakukan pada triwulan pertama saja. “Saya meminta waktu seminggu untuk melakukan revisi untuk evaluasi, namun revisi tersebut juga diserahkan dua bulan setelahnya,” tambah Dian.

Molornya pelaksanaan LPJ BEM periode lama ini menurutnya memberikan pengaruh dampak terhadap pelaksanaan LPJ BEM periode yang baru. “Dari pihak dekanat minta agar segera diangkat dan dilantik ketua BEM baru, tapi kalau dari teman-teman minta LPJ dulu,” Ujar Dian. Menanggapi hal tersebut, BPM menurutnya membuat surat kepada PD III untuk meminta Kasang Heru segera melaksanakan LPJ.

Kasang Heru selaku Ketua BEM periode 2015-2016 mengatakan bahwa molornya pelaksanaan LPJ dikarenakan adanya miskomunikasi dengan BPM dan penundaan serangkaian sidang umum karena peserta LPJ yang hadir kurang memenuhi kuota yang telah disediakan. “Soalnya lost komunikasi dengan Dian karena handphone rusak. Kemudian saya pas KKN juga Bulan Januari-Februari dan belum ketemu sama Dian serta Ormawa juga,” tambahnya.

Menyoal tentang LPJ BEM kepengurusan Kasang yang molor, Ayu Pradita sebagai Sekretaris BEM 2015-2016 tidak mengetahui tentang perkembangan LPJ. Dihubungi melalui pesan singkat, ia menjelaskan tidak pernah mendapatkan informasi apapun terkait LPJ. “Aku gak paham, LPJ-an saja gak pernah dapat info apa-apa.” tulis Ayu.[]

Rina Susanti

Mahasiswi yang sedang aktif menyelesaikan studinya di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *