Sharing Permasalahan Akademik, Dua HMJ FTP Adakan HI-Talk

Jember, Manifest – Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himagihasta) bersama Ikatan Mahasiswa Teknik Pertanian (Imatekta) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (FTP UJ) mengadakan acara HI-Talk atau Himagihasta dan Imatekta Talk pada Selasa (21/2). Acara yang diinisiasi oleh Kedua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) tersebut mengambil tema “Sinergitas Untuk  Kualitas”. Acara ini berlangsung di Gazebo Serba Guna (GAZENA) FTP UJ, diadakan sebagai sarana sharing antara mahasiswa dan dosen FTP UJ terkait permasalahan akademik.

Siswoyo Soekarno selaku Pembantu Dekan (PD) I FTP UJ menjelaskan bahwa dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan mahasiswa mengerti dengan kendala pembelajaran di FTP. “Mahasiswa harus mengerti betul apa yang terkait dengan kendala-kendala kegiatan pembelajaran di FTP,” ujar Siswoyo. Ia menambahkan, kendala muncul karena mahasiswa belum paham tentang implementasi sistem pembelajaran di FTP. “Hal tersebut sebagian muncul karena memang mahasiswa belum paham terhadap implementasinya,” Jelas Siswoyo.

M. Muhaimin selaku Ketua Panitia HI-Talk mengungkapkan tujuan acara ini yakni mengevaluasi terhadap kegiatan perkuliahan. Selain itu, kegiatan tersebut untuk menampung aspirasi dari mahasiswa dan disalurkan kepada pimpinan fakultas. “Sehingga tercipta kondisi perkuliahan yang kondusif,” ungkapnya.

Muhaimin menjelaskan rundown acara diawali dari sambutan dekan, sambutan ketua panitia, sambutan ketua himpunan mahasiswa, diskusi, saran mahasiswa dan dosen, serta diakhiri adanya nota kesepakatan antara mahasiswa dan dosen terkait hasil diskusi. Muhaimin menambahkan bahwa untuk sesi saran dan adanya nota kesepakatan antara mahasiswa dengan dosen tidak terlaksana karena keterbatasan waktu. “Sekali lagi keterbatasan waktu sehingga kita akan tembusi diwaktu yang lain,” Imbuh Muhaimin.

Fahrizal Akbar, Mahasiswa FTP angkatan 2013 yang mengikuti HI-Talk ini mengakui acara ini sangat baik dan bermanfaat terutama bagi mahasiswa. “Sehingga kita benar-benar jelas dan tidak ada simpang siur (informasi, red) karena ini langsung dari narasumbernya,” Ungkapnya. Fahri menambahkan dengan adanya acara tersebut mahasiswa bisa mengungkapkan bagaimana keadaan yang ada di lapang selama pembelajaran sehingga mahasiswa dengan dosen dapat saling mengetahui dan mengevaluasi. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *