Pemilihan BEM Molor, Pendanaan UKM Bakal Tertunda

  • 9
    Shares

JEMBER, Manifest – Pemilihan Presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (FTP UJ) sampai saat ini belum kunjung dilaksanakan. Jayus, Pembantu Dekan (PD) III menyatakan pendanaan ke UKM bakal terkendala dengan molornya pemilihan BEM ini.  “Pasti akan terkendala, jadi keterlibatan UKM-UKM  yang sudah ada karena UKM itu yg menjadi stakeholder-nya BEM, juga harus ikut memikirkan,” ungkapnya ketika ditanyai tentang dana UKM bila BEM tak kunjung terbentuk. Ia menambahkan, Rancangan Anggaran Belanja (RAB) UKM belum bisa dibahas dan disahkan ketika pemilihan BEM terus molor.

“Jadi sudah dari beberapa tahun yang lalu kita sudah terapkan fakultas punya anggaran yg bisa dialokasikan untuk UKM sekian .Sekian ini mau digunakan untuk program apa saja silahkan BEM melakukan rapat kerja yg melibatkan semua UKM dan BEM,” tambah Jayus ketika membahas RAB yang menunggu pemilihan BEM. Namun demikian, Jayus juga mengungkapkan bila BEM tak kunjung terbentuk, maka ia akan mengupayakan untuk mencarikan jalan keluar agar pendanaan UKM tetap berjalan.

Jayus mengungkapkan rasa keprihatinannya atas terhambatnya proses pemilihan BEM ini. Ia menyatakan, sebenarnya pemilu ini sudah melewati batas waktu yang telah ditentukan oleh pihak universitas. Selain itu, ia menjelaskan pemilihan BEM di tingkat fakultas dilakukan antara bulan Desember-Januari. Kesepakatan itu menurutnya dilandasi oleh masa penganggaran RAB yang dimulai dari Januari-Desember. “Tapi sekali lagi karena konsep kita itu dari mahasiswa, oleh mahasiswa, untuk mahasiswa perlu kesadaran mahasiswa untuk itu.” Tandas Jayus.

Selaras dengan yang dikatakan PD III, Marbawi selaku Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kemahasiswaan FTP UJ juga menyatakan pihak dekanat hanya menjadi fasilitator. Menurutnya, segala hal terkait organisasi mahasiswa, pihak dekanat tidak ikut campur tangan. Semua kebijakan tersebut diserahkan ke pihak mahasiswa. “Yang jelas kita untuk menyadarkan mereka kalau BEM itu kan wadahnya UKM. Tanpa ada BEM, UKM kemungkinan jalan sangat kecil sekali. Intinya untuk pendanaan tidak punya wadahnya.” Tambah Marbawi.

Rocky Andrianto, Ketua Umum UKM-O Sahara 2016-2017 menyayangkan kondisi BEM saat ini. Ia menuturkan lambatnya pemilihan BEM saat ini menghambat pencairan dana UKM. “Enam Proker (Program kerja, red) yang sudah disiapkan UKM-O Sahara sampai saat ini belum disahkan, padahal  proker-proker tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” ungkapnya.

Selain itu, Rocky juga berharap hubungan mahasiswa dengan dekanat FTP dapat lebih baik lagi terkait keorganisasian mahasiswa. Menurutnya, pihak fakultas (kemahasiswaan) masih kurang bisa membaur ke lingkungan organisasi mahasiswa.  “Pihak fakultas diharapkan lebih aktif lagi terhadap kegiatan mahasiswa.” Tutur Rocky.

Herman Setiawan

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (FTP UJ) angkatan 2014. Aktif dalam organisasi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Manifest FTP UJ. Saat ini sedang menjabat sebagai Staff Redaksi LPM Manifest 2017-2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *