Kronologi Ancaman Pembubaran UAPKM Kavling 10 oleh Wakil Rektor (WR) III secara Lisan

Kronologi Ancaman Pembubaran UAPKM Kavling 10 oleh Wakil Rektor (WR) III secara Lisan

I. Permasalahan UKM

1. Jumat, 13 Mei 2016, beberapa UKM berkumpul di sekret IMPALA UB untuk sharing tentang kondisi UKM saat ini termasuk permasalahan dan program kerja. IMPALA mengeluhkan perizinan yang tidak jelas dan berbelit-belit untuk proposal kegiatan Resosil ke Himalaya. Sementara PSM UB bercerita tentang ancaman pembubaran oleh WR III dan permasalahan mandegnya program kerja PSM karena permasalahan sebuah acara yang sebenarnya sudah selesai terlaksana.

IMPALA berinisiatif untuk melakukan aksi sebab kegiatan IMPALA UB sendiri tersendat karena ketidakjelasan dari kemahasiswaan rektorat sementara izin tidak juga keluar. PSM siap mengusahakan apapun demi bertahannya organisasi mengingat ketua umum telah berulangkali meminta maaf, namun ancaman pembubaran tetap keluar. Bahkan meski PSM telah mengagendakan audiensi berkali-kali WR III tidak bisa ditemui sehingga masalah terus berlanjut.

Saat itu UKM yang hadir lalu berinisiatif untuk mengajak EM dalam kegiatan sharing tersebut untuk berbagi sudut pandang. Perwakilan EM datang bersama DPM. Presiden EM menyatakan bahwa EM juga mengalami hal yang sama dengan UKM, beberapa kendala dalam pengajuan proposal juga dirasakan. EM menyarankan untuk audiensi bersama WR III dan siap menjadi moderator UKM dan WR III jika perwakilan UKM mau. IMPALA, PSM, dan perwakilan UKM akhirnya sepakat untuk audiensi dengan catatan IMPALA dan PSM akan menurunkan tim untuk mendesak penyelesaian masalah dikedua organisasi tersebut.

2. Pada Jumat, 27 Mei 2016, audiensi pertama UKM-EM dengan WR III dilakukan di lantai 6 ruangan WR III. Permasalahan yang dihadapi IMPALA dan PSM menjadi pembicaraan utama. WR III menegaskan jika dia tidak masalah PSM bubar. Bahkan ia menyebut akan mengganti dengan PSM dari fakultas yang dirasa lebih bagus dan sudah siap memberikan SK 10 UKM baru lagi. Sementara proposal kegiatan IMPALA dianggap tidak masuk akal untuk pendakian ke Himalaya. Untuk permasalahan PSM dan IMPALA, WR III menjanjikan bertemu dengan masing-masing pengurus PSM guna menyelesaikan permasalahan secara personal dan IMPALA dijanjikan untuk audiensi dengan WD III se-UB.

3. Setelah audiensi pertama terlaksana, sebagian UKM merasa permasalahan perizinan dan dana kegiatan tidak mengalami banyak perubahan. Jumat, 9 September 2016 UKM bertemu secara informal di Sekert IMPALA. Melalui forum informal tersebut sebagian UKM masih merasa dipersulit dengan prosedur yang berbelit dan tidak jelas dalam perizinan dan dana kegiatan.

4. UKM kemudian berinisiatif untuk mengajak EM sebagai penyampai permasalahan dan UKM mengajak EM pada forum komunikasi yang diagendakan pada Kamis, 15 September 2016 di teras barat gedung UKM. Perwakilan UKM menuntut agar ada kejelasan dalam prosedur perizinan kegiatan, dispensasi kegiatan, dan standar operasional prosedur UKM.

5. Penekanan diberikan kepada SOP UKM sebab beberapa UKM menceritakan adanya ancaman-ancaman pembekuan hingga pembubaran dari WR III secara sepihak tanpa melalui mekanisme evaluasi dan hanya berdasarkan klaim kuasa WR III sebagai payung kemahasiswaan rektorat. UKM yang mendapatkan ancaman pembubaran silih-berganti, begitu salah satu UKM selesai dengan ancaman, muncul ancaman secara lisan pada UKM lain untuk dibekukan dan dibubarkan antara lain: PSM, UAPKM, dan KSR.

Beberapa UKM juga mengeluhkan prosedur pencairan dana yang berubah dalam mengurus proposal kegiatan, pada sosialisasi UKM 20 Februari 2016 disebutkan bahwa dana akan turun 70% sebelum berkegiatan dan 30% setelah melakukan laporan pertanggungjawaban. Nyatanya beberapa UKM hanya bisa mencairkan dana 100% setelah kegiatan berlangsung, itu pun belum tentu langsung dapat dicairkan.

6. Dalam forum komunikasi UKM-EM Kamis, 15 September 2016 disepakati untuk membagi peran ketika audiensi. Sembari menunggu kepastian waktu audiensi, forum menyepakati untuk mencari data tentang kesulitan dana di UKM yang dikoordinasi oleh Fordimapelar. Data tersebut nantinya akan menjadi penguatan argumen bagi UKM dalam audiensi ke-2. Forum juga menyepakati untuk merangkul sekaligus membangunkan kesadaran dan solidaritas antar anggota di UKM agar mendukung dan turut terlibat pembentukan standar operasional prosedur di UKM.

7. Audiensi ke-2 UKM-WR III akhirnya diagendakan pada 7 Oktober 2016 dengan EM yang menemani UKM dan menyampaikan janji temu kepada WR III.

II. Pembekuan UAPKM UB oleh WR III Secara Lisan

8. Selasa, 27 September 2016, redaksi kavling10 menerbitkan opini satir pada laman online kavling10.com berjudul “Surat Terbuka Untuk Mahasiswa UB yang Sok Kritis: Jangan Menentang yang Mulia Wakil Rektor” yang ditulis oleh anggota UAPKM UB Rizqi Nurhuda Ramadhani dengan kapasitas sebagai mahasiwa FIB 2013. Rizqi menuliskan opini tersebut sebagai sikap dalam melihat masalah yang dialami oleh UKM Pusat dengan kebijakan UB secara umum dan menyorot hubungan UKM dengan jajaran petinggi kemahasiswaan secara khusus.

9. Rabu, 28 September 2016, sekitar pukul 18.09 WIB, opini tersebut diposting melalui media sosial line, yang hingga saat ini mendapat apresiasi 83 bagikan, 49 suka, dan 10 komentar. Opini Rizqi semakin viral saat disebarluaskan melalui Official Account (OA) lain seperti OKB18+, Bangsa Mahasiswa, dan Red Black Junkie.

10. Kamis, 29 September 2016, sekitar pukul 10.00 WIB, ada pihak lain yang membuat tulisan di media sosial Line tentang kesulitan UKM untuk mendapat dana dan ijin kegiatan. Dalam tulisan tersebut, WR III UB Arief Prajitno dinilai menolak dan malas memberikan izin kegiatan. Selain itu, terdapat pembeberan informasi anggaran dana untuk kemahasiswaan UB tahun 2015 yang mencapai 54 Miliar dari total anggaran sebesar 1,2 Trilliun. Sayangnya, sumber data tidak disebutkan. Pihak lain ini mengajak teman-teman aktivis mahasiswa UB untuk meramaikan isu UKM yang tidak mendapatkan dana. Link opini Rizqi ditautkan di akhir tulisan tersebut.

Sekitar pukul 17.00 WIB, Rizqi diminta menghadap WD III FIB untuk keesokan harinya bersama-sama menghadap WR III. Sebelumnya, WD III FIB menanyakan alasan Rizqi menulis opini tersebut. WD III FIB juga menanyakan tentang nominal dana. Rizqi merasa tidak mencantumkan nominal dana dalam opini yang ia tulis. Rizqi meminta ijin untuk melihat tulisan yang dimaksud WD III FIB. Kemudian diketahui bahwa tulisan yang dimaksud WD III FIB bukan tulisan Rizqi, melainkan tulisan dari pihak lain yang telah disebutkan diatas.

11. Jumat, 30 September 2016, sekitar pukul 09.30 WIB, Bunga Astana selaku Pemimpin Umum UAPKM UB Kavling10 mendapat telepon dari Karman, kemahasiswaan rektorat. Karman meminta Bunga untuk langsung menghadap WR III di ruangan. Sekitar pukul 10.00 WIB, Bunga dan Rizqi datang menemui WR III secara terpisah. Rizqi datang bersama WD III FIB. Sedangkan Bunga datang bersama Efrem Siregar selaku Ketua Forum Penasehat Organisasi UAPKM UB. Namun, pertemuan ditunda hingga pukul 13.00 WIB karena WR III akan rapat dengan Rektor.

Sekitar pukul 13.30 WIB, Rizqi diminta masuk ke ruangan WR III terlebih dahulu. Sedangkan Bunga menunggu diluar ruangan bersama dengan Efrem.

Di dalam ruangan tersebut, ada empat orang pejabat, diantaranya WR III UB, WD III FIB, dan dua orang dari rektorat. Awal mula percakapan, WR III membacakan judul opini milik Rizqi, namun dengan isi tulisan milik pihak lain yang disebutkan diatas. WR III menuding tulisan dari pihak lain tersebut merupakan tulisan dari UAPKM UB. Hal ini dikarenakan terdapat link opini Rizqi yang ditautkan dalam tulisan tersebut. Rizqi berulang kali menjelaskan bahwa tulisan tersebut bukan miliknya. Rizqi menjelaskan tulisannya ada di website UAPKM UB, kavling10.com.

WR III kemudian membacakan sepenggal paragraf pertama opini Rizqi, lalu mempertanyakan maksud dari kata otoriter. Rizqi mencoba menjelaskan maksud otoriter dalam opininya, namun WR III berulang kali memotong perkataan Rizqi. Kalimat lain yang dipermasalahkan oleh WR III yaitu menerima dana dari mahasiswa. WR III menganggap tulisan Rizqi fitnah dan dapat dilaporkan ke polisi. Selain itu, WR III mengancam akan memanggil orang tua Rizqi. Pembicaraan berlangsung satu arah dan Rizqi tidak mendapatkan kesempatan menjelaskan maksud opininya.

Selang sekitar 15 menit kemudian, Bunga diminta untuk masuk ke dalam ruangan WR III. Sedangkan Efrem tidak diizinkan masuk. Di dalam ruangan, WR III kembali membacakan judul opini milik Rizqi, namun dengan isi tulisan milik pihak lain, yang kali ini ditujukan kepada Bunga. WR III tetap menuding bahwa tulisan pihak lain merupakan tulisan dari UAPKM UB. Bunga berulang kali menjelaskan bahwa tulisan yang dibaca oleh WR III bukan terbitan UAPKM UB. Seperti halnya yang dilakukan terhadap Rizqi, WR III menegaskan kepada Bunga bahwa tulisan yang dibuat Rizqi fitnah dan dapat dilaporkan ke polisi.

Bunga meminta kepada WR III untuk memberikan klarifikasi kalau memang tulisan tersebut tidak benar. WR III menolak dengan alasan UAPKM UB bukan kelasnya. WR III menganggap opini Rizqi fitnah dan tidak perlu adanya klarifikasi. WR III sempat mempermasalahkan gaya Bunga yang dianggap sok keminter dan sinis. Diakhir percakapan, WR III meminta nomer HP orangtua Rizqi, namun Rizqi menolak.

12. Sabtu, 1 Oktober 2016, Sekitar pukul 13.30 terdapat forum antara UKM dan EM di Gedung Widyaloka. Dalam forum tersebut, dibahas pula tentang opini Rizqi yang diterbitkan oleh UAPKM UB. EM justru menyudutkan UAPKM UB karena dianggap menyalahi eskalasi yang telah disepakati sebelumnya, yaitu audiensi kedua bersama WR III pada tanggal 7 Oktober 2016 mendatang. EM menganggap tulisan yang diterbitkan oleh UAPKM UB dapat menggagalkan rencana audiensi. Padahal sebelumnya tidak ada pembicaraan terkait eskalasi oleh EM kecuali manajemen forum untuk audiensi dan pencarian data. Menurut EM, opini Rizqi seharusnya dikonsultasikan dulu ke EM dan UKM sebelum terbit karena terkait dengan permasalahan UKM. Bagi UAPKM UB, opini tersebut merupakan kawalan terhadap isu permasalahan UKM yang sudah berlangsung sejak awal tahun 2016.

13. Sesuai anjuran WD III FIB, Rizqi membuat surat permintaan maaf. Surat tersebut sudah melalui tahap revisi oleh WD III FIB dan ditandatangani oleh Dekan FIB. Pada Jumat, 7 Oktober 2016, sekitar pukul 10.00 WIB Rizqi menyerahkan surat permintaan maaf bermaterai kepada WR III dengan didampingi oleh WD III FIB.

14. Selasa, 12 Oktober 2016, dilansir dari malang.memo-x.com, WR III memberikan tanggapan terkait opini Rizqi ke media. Dalam tanggapannya, WR III mempertanyakan asal nominal dana kemahasiswaan UKM sebesar 54 Miliar. Padahal, sudah dijelaskan berulang kali saat pertemuan di ruangan WR III, bahwa tulisan yang menyangkut dana kemahasiswaan bukan opini Rizqi melainkan tulisan pihak lain.

15. UAPKM UB menganggap permasalahan ini selesai dengan adanya surat permintaan maaf tersebut. Pada tanggal 23 September 2016 UAPKM UB mengajukan proposal kegiatan ‘In House Training’ ke rektorat.  Hingga H-1 kegiatan, proposal tidak kunjung di acc.

16. Jumat, 21 Oktober 2016, Maya Ulfa selaku Sekretaris Umum UAPKM UB mengajak Bunga untuk follow up proposal. Ternyata proposal kegiatan UAPKM UB telah diberi memo oleh WR III yang menyatakan bahwa UAPKM UB sudah tidak satu visi dengan UB. Selanjutnya, Ketua UAPKM UB diminta untuk menghadap WR III.

Sekitar pukul 14.30, Bunga dan Maya diminta menemui WR III  di dalam ruangan. Pada awal mula percakapan, WR III menegaskan kepada Maya untuk tidak boleh berbicara. WR III mengatakan mempunyai masalah dengan Bunga selaku Ketua UAPKM UB. Bunga dianggap tidak selektif dalam menulis berita. WR III meminta Bunga untuk menulis surat permintaan maaf atas nama UAPKM UB.

WR III kembali menyinggung sikap Bunga pada pertemuan tanggal 30 September 2016 lalu. WR III menganggap Bunga sok kuasa, sinis, dan sok keminter. Bunga sempat meminta maaf dan mempertanyakan sikap mana yang menyinggung perasaan WR III. WR III kemudian menjawab, “La wong modelmu sinis, adep-adepan. Kamu berhadapan dengan pimpinanmu gayanmu gaya sinis. We model opo iki? Mahasiswa apa gitu? Kamu ada di bawah, UKM ada di bawah kewewenangan saya. Jelas menulis itu salah, kamu sebgai ketua tapi tidak bertanggungjawab. Tidak selektif di dalam, di dalam menulis ini. Kenapa kavling? Ini menurut saya dengan pulisi.”

Ditengah percakapan, Maya diusir keluar ruangan oleh WR III karena ingin membaca surat pernyataan maaf Rizqi yang terletak diatas meja. Selanjutnya, Bunga meneruskan percakapan dengan WR III sendirian.

WR III merendahkan UAPKM UB dengan mengatakan bahwa “Kavling10 tu ndak ada apa-apanya. Ndak ada kaitannya dengan UB ke depan itu ndak ada, itu salah kaprah itu. Kalau ada atau kavling10 tu salah kaprah.”

WR III juga mengatakan bahwa Rektor sudah sepakat UAPKM UB dibekukan sementara. Saat Bunga menanyakan SK (Surat Keputusan) pembekuan, WR III menggebrak meja sambil berbicara dengan nada tinggi bahwa pembekuan masih dalam bentuk lisan.

Selain itu, WR III mengancam akan memanggil orangtua Bunga. WR III menjelaskan bahwa SK Rektor pembekuan UAPKM UB akan ada apabila orang tua Bunga memenuhi panggilan. Bunga keberatan atas pemanggilan orang tua, WR III mengancam akan menghubungi Dekan, WD III, dan Ketua Jurusan Bunga. Saat itu juga di depan Bunga, WR III menghubungi WD III FMIPA Darjito melalui telepon namun tidak diangkat. Sebelum Bunga pamit keluar ruangan, WR III kembali menegaskan masalah akan clear setelah pemanggilan orang tua Bunga.

17. Sabtu, 17 Desember 2016, perwakilan EM Ikhsan Z. Sipisang selaku Menteri Pemuda dan Olahraga memberikan kabar tentang pertemuan dengan WR III ke Bunga dan Pemimpin Redaksi 2016 Ainun. Ikhsan dan Presiden EM M. Zahid A. melakukan follow up kepada WR III tentang buku pedoman UKM pada Jumat, 16 Desember 2016. Dalam pertemuan tersebut EM sempat menyinggung tentang pembekuan UAPKM UB Kavling 10. WR III membenarkan telah membekukan UAPKM UB karena opini Rizqi yang dimuat di website kavling10.com. WR III juga membahas sikap Bunga pada pertemuan sebelumnya. Ikhsan menjelaskan bahwa WR III ingin menyelesaikan permasalahan UAPKM UB dengan melengserkan kepengurusan Bunga. Sementara pergantian kepengurusan UAPKM UB diagendakan pada Maret 2017.

Selama periode kepengurusan Bunga per April 2016, UAPKM UB belum mendapatkan dana kegiatan sama sekali. Sementara dengan adanya pembekuan secara lisan sejak Oktober 2016, praktis izin kegiatan juga tidak dikeluarkan.

Pengurus telah melakukan beberapa upaya untuk menyelesaikan permasalahan ini,
1. Bertemu dengan PPMI Malang untuk berdiskusi dan mencari dukungan. Disarankan untuk mencari bukti-bukti dan berkonsultasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang.
2. AJI Malang menyarankan dua pilihan. Pertama, membuat kronologi dan menyebarkannya di website kavling10.com atau pilihan kedua, melakukan audiensi dengan WR III. UAPKM UB memutuskan untuk melakukan audiensi dengan pertimbangan agar permasalahan tidak semakin membesar.
3. Berkoordinasi dengan Pembina UAPKM UB Asfi Manzilati terkait persiapan audiensi. Berdasarkan hasil diskusi dengan pembina, menyepakati perlu adanya kronologi kejadian, pertimbangan redaksi menerbitkan opini, penguatan data, dan penunjukan mediator.
4. Namun setelah data ada dan kronologi selesai, EM memberikan kabar terakhir tentang sikap WR III yang menghendaki pelengseran kepengurusan. Ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi,
– UAPKM UB tetap melakukan audiensi
Melalui audiensi yang bisa kita usahakan capai adalah kepengurusan dapat dilanjutkan hingga Maret 2017. UAPKM UB juga dapat menyelesaikan kesalahpahaman, serta dapat melakukan persuasi termasuk salah satunya agar permasalahan tidak merambat ke pemanggilan orang tua Bunga seperti ancaman sebelumnya. Pada audiensi tersebut kemungkinan UAPKM UB akan dituntut untuk membuat permintaan maaf dan menerbitkannya melalui website resmi kavling10.com, sesuai kehendak WR III.

– UAPKM UB mengikuti kehendak WR III untuk lengser lebih awal
Kepengurusan melakukan rapat anggota dan reformasi lebih awal dari semestinya agar UAPKM UB dibawah kepengurusan baru akan mendapatkan izin dan dana kegiatan. Konsekuensinya kepengurusan prematur, angkatan 2015 baru saja menjadi anggota tetap, sementara 2016 masih berstatus anggota magang.

Pengurus sejauh ini telah berupaya dengan keterbatasan yang ada berusaha mencari jalan keluar. Atas permasalahan ini kami selaku pengurus meminta saran dan dukungan demi keberlangsungan dan kebaikan organisasi kedepannya. Untuk kontak langsung dapat menghubungi Bunga: 085784806763 dan Ainun: 085334197043.

Mengetahui,

Pemimpin Redaksi  Pemimpin Umum UAPKM UB

Ainun Syahida A. Bunga Astana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *