Disayangkannya Pelaksanaan PKKMB di FTP UJ

Ospek di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (FTP UJ) tahun 2016 yang sekarang dinamai Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) seperti dibiarkan berjalan ala kadarnya. Seperti dalam istilah jawa “pokok melaku sing penting kelakon”. Tidak ada perencanaan dan kemauan yang serius untuk membuat acara tersebut sukses dan berakhir dengan hasil yang memuaskan.

Seperti pada awal pembentukan konsep, Jayus selaku Pembantu Dekan 3 (PD 3) FTP UJ mengundang seluruh ketua Organisasi Mahasiswa (ormawa) untuk membahas pelaksanaan PKKMB. Dalam pembahasan tersebut Jayus mengatakan bahwa PKKMB mau tidak mau akan dilaksanakan pada Minggu (25/9). Kurang lebih itu seminggu setelah pembahasan mengundang ormawa tersebut.

Pada kondisinya, kepanitiaan belum tersusun lengkap yang saat itu mengharuskan kepanitiaan beranggotakan staff fakultas dan mahasiswa sesuai dengan SK Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Mentristek dan Dikti). Pada kepanitiaan itu juga hanya tercantum nama beberapa staff fakultas yang bisa berubah penempatan divisinya. Untuk total panitia juga belum jelas kebutuhan pastinya berapa.

Bukan hanya kepanitiaan, kosep juga belum ada, hanya ada poin-poin capaian pelaksanaan tanpa ada pelaksanaan yang jelas poin tersebut akan ditempatkan di hari keberapa. Jayus juga menginstruksikan tidak usah terlalu mementingkan konsep dan konsep bisa dipikirkan tiap minggu yang rencananya akan dilakukan selama 2 bulan dengan 8 kali pertemuan pokoknya sesuai dengan poin-poin capaian beserta total beban waktunya.

PKKMB tetap dilaksanakan Minggu (25/9) dengan segala kekurangannya. Pada saat itu acaranya hanya pembukaan dan mengundang perwakilan ormawa sebagai tamu. Tapi undangan perwakilan ormawa pada saat acara disuruh-suruh oleh pihak dekanat untuk mengurusi tugas-tugas kepanitiaan seperti mendokumentasikan acara, mengondisikan acara, menjaga presensi, dan bahkan mengambil konsumsi. Panitia dari delegasi ormawa pun melakukan tugas kepanitiaan tanpa ada briefing dengan panitia staff fakultas yang lebih dulu masuk dalam kepanitiaan.

Setelah pelaksanaan PKKMB yang pertama dilaksanakan pihak fakultas, BEM, DPM, dan kedua HMJ menetapkan total kebutuhan panitia adalah 70 untuk mahasiswa dikurangi 12 delegasi panitia dari ormawa sehingga membutuhkan 58 mahasiswa lagi sebagai panitia. Dan kebutuhan itu terpenuhi pada hari Rabu (28/9) sedangkan PKKMB dilaksanakan lagi pada Sabtu (1/10).

PKKMB pun dilaksankan dengan kepanitiaan yang baru untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya. Saat saya berbincang dengan salah satu panitia dari mahasiswa ternyata fakultas tidak menyediakan konsumsi untuk panitia. Hanya pada satu pertemuan ada konsumsi panitia sedangkan untuk pertemuan selanjutnya tidak ada. Apakah fakultas kita yang tidak mau minta dana ke universitas untuk konsumsi bagi panitia yang sudah bekerja keras?

Selain itu layaknya sebuah kegiatan yang dilaksanakan beberapa pertemuan dan lebih dari satu bulan dibutuhkan presensi untuk panitia sebagai dedikasi panitia dalam melaksanakannya dan juga memudahkan ketua panitia mengoordinir panitianya. Sayangnya PKKMB tahun ini yang diketuai Marbawi selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan FTP UJ, beranggotakan staff fakultas dan puluhan mahasiswa tidak menyediakan presensi untuk keseluruhan panitia. Hanya ada presensi untuk kepanitiaan dari mahasiswa padahal kepanitiaan meliputi staff fakultas dan mahasiswa.

Konsep dan pelaksanaan juga mengalami masalah seperti saat pelaksanaan promosi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di PKKMB. Pada kurikulum yang sudah disepakati jatah promosi UKM 60 menit ditambah testimoni 15 menit menjadi 75 menit tiap UKM dan Jayus mengatakan bahwa kurikulum itu harus dipatuhi. Tapi pada pelaksanaannya tiap UKM hanya dijatah 60 menit dengan alasan ada materi yang tidak terlaksana pada minggu sebelumnya dan ada penambahan materi baru. Marbawi juga menjelaskan saat ditanya mengenai waktu promosi bahwa tidak perlu sesuai kurikulum untuk waktu pelaksanaannya yang terpenting mahasiswa baru (maba) tidak pulang terlalu siang.

Sangat disayangkan sekali ketika dalam sebuah acara atau kegiatan yang kepanitian terbentuk pada tengah pelaksanaan acara dan kepanitiaan belum fix saat awal pelaksanaan dengan konsep yang bisa dicicil. Bahkan poin-poin yang dibuat dilanggar sendiri. Apakah memang seperti ini kegiatan baik pelaksanaan ataupun konsep yang dieksekusi oleh sekumpulan akademisi? Teringat ketika UKM akan melaksanakan kegiatan mereka harus menyusun konsep sedetail mungkin dengan berbagai revisi dari pihak fakultas. Sepertinya ini berbanding terbalik saat staf fakultas melaksanakan kegiatan seperti PKKMB tahun ini.[]

Amien Rosyadi

Lahir di Pasuruan 27 Maret 1995

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *