Penyandang Disabilitas Butuh Tempat dan Kesempatan

JEMBER, Manifest – Radio Dolanan ke-4 menyuguhkan talk show disabilitas mengundang pembina rupa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Jember, Kepala SLBN Jember, dan beberapa siswa SLBN Jember dan penampilan seni siswa-siswi disabilitas. Acara tersebut sebagai tempat dan kesempatan siswa disabilitas menampilkan karyanya. Dalam Radio Dolanan ke-4 siswa-siswi disabilitas menampilkan pertunjukan tari, solo vokal, pantomim, dan musik angklung.

Umi Salmah selaku Kepala SLBN Jember mengatakan bahwa dia sangat mengapresiasi Radio Dolanan ke-4 ini karena telah memberikan tempat dan kesempatan bagi siswa-siswi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan mereka. Semangat dan kepercayaan diri terpacu ketika ada yang member tempat dan kesempatan kepada mereka siswa-siswi disabilitas. “Yang mereka butuhkan hanya kesempatan dan tempat dari kita,” tambahnya.

Umi menganggap apa yang dilakukan sebagai ibadah dan harus bermanfaat kepada orang lain. Ketika bisa membuat orang lain tersenyum dan bahagia secara tidak langsung bisa membahagiakan diri sendiri. “Senang sekali saat melihat mereka tertawa,” imbuh Umi.

Umi juga mengatakan bahwa suatu kebanggaan tersendiri bagi Umi melihat siswa-siswinya berprestasi sampai tingkat nasional. Kebanggaan tersebut muncul saat melihat kemauan siswa-siswi untuk belajar dan berkarya bahkan berprestasi. “Saya bangga mereka masuk sekolah mujlai dari nol dan tidak tahu apa-apa sampai jadi berprestasi seperti ini,” imbuhnya.

Umi juga menambahkan bahwa Desi alumni SLBN Jember yang saat ini kuliah di IKIP PGRI Jember merasa senang sekali saat menerima undangan dari UKM-K Dolanan. Dia membuatkan lukisan berupa sketsa khusus untuk Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (FTP UJ) sebagai kenang-kenangan.”Dia merasa senang dan membuatkan lukisan sebagai kenang-kenangan untuk dekan,” tambah Umi.

Aditya Eka Pradipta selaku ketua panitia Radio Dolanan ke-4 juga sangat menghargai antusiasme dari siswa-siswi disabilitas pada acaranya. “Sayangnya tidak ada perwakilan dekanat yang bisa hadir untuk melihat antusiasme mereka,” tukasnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *