Alangkah Lucunya Negeri Ini

Judul film        : Alangkah lucunya negeri ini

Sutradara         : Dedi Mizwar

Produser          : Zairin Zain

Tanggal rilis     : 15 april 2010

Durasi              : 105 menit

Produksi          : Citra Sinema

Alangkah lucunya negeri ini merupakan film yang menceritakan realita kaum marginal di Indonesia. Dengan membawakan tema pendidikan, film ini memiliki plot utama yaitu bagaimana Muluk (Reza Rahardian) dapat mengubah para pencopet cilik untuk tidak lagi mencopet dan beralih usaha mencari uang dengan cara yang halal.

Cerita diawali dengan adegan Muluk seorang sarjana manajemen yang belum mendapatkan pekerjaan selama dua tahun. meskipun demikian Muluk tetap berusaha tanpa putus asa hingga pada suatu hari pada saat Muluk sedang mencari pekerjaan ia bertemu dengan seorang pencopet kecil di pasar. Muluk mengejar pencopet kecil tersebut dan kemudian ditangkapnya pencopet kecil tersebut, saat ditanya oleh Muluk dengan santai pencopet cilik itu menjawab kalau pekerjaanya mencopet digunakan untuk makan.

Pada dasarnya Muluk berniat untuk melamar Rahma yang diperankan oleh , anak dari Haji Sarbini (Jaja Miharja). Namun karena Muluk merupakan seorang pengangguran maka haji sarbini pun belum menyetujui pernikahan mereka. Disaat yang bersamaan, Jupri (Teuku Edwin) juga memiliki niat untuk melamar Rahma.

Di suatu hari Muluk kembali bertemu dengan pencopet kecil yang pernah dipergokinya di pasar. Setelah terlibat percakapan, Muluk ikut berkunjung ke tempat pencopet tersebut untuk bertemu dengan bos si pencopet yang bernama bang jarot (tio pakusadewo). Sebagai seorang sarjana manjemen, Muluk menawarkan suatu kerjasama dimana sebagai imbalannya Muluk meminta 10% dari hasil mencopet.

Muluk memberikan suatu program pemberdayaan kepada para pencopet tersebut berupa pendidikan pancasila, agama serta bisnis dengan dibantu oleh kedua temannya yang bernama pipit anak dari Haji Rahmat dan juga Samsul (Asrul Dahlan). Muluk memiliki niat untuk mengajak anak-anak pencopet tersebut untuk sedikit demi sedikit meninggalkan dunia pencopetan dan beralih ke pekerjaan yang lebih baik yaitu dengan mengasong. Bang Jarot pun mengamininya.

Suatu hari Haji Makbul diperankan oleh Deddy Mizwar (ayah Muluk), Haji Rahmat diperankan oleh Slamet Raharjo (ayah Pipit) dan juga Haji Sarbini (ayah Rahma) penasaran dengan apa yang dilakukan Muluk, Pipit dan juga Samsul sehingga mereka memutuskan untuk ikut ke lokasi kerja mereka. Setelah mengetahui pekerjaan yang sebenarnya, Haji Makbul, Haji Rahmat dan juga Haji Sarbini merasa kecewa karena mengetahui uang pendapatan anak-anak mereka berasal dari hasil mencopet. Akhirnya Muluk, Pipit dan Samsul memutuskan untuk berhenti dari program kerjasama mereka.

Kerja keras Muluk sedikit demi sedikit menuai hasilnya. Sebagian dari pencopet tersebut memutuskan untuk menjadi pengasong dan meninggalkan dunia pencopetan meskipun dengan pendapatan yang tidak seberapa dan seringkali dikejar oleh satuan polisi pamong praja (Satpol PP). Melihat anak-anak tersebut dikejar-kejar oleh Satpol PP, Muluk pun marah.  Muluk terlibat pertengkaran dengan pamong praja dan Akhirnya ditangkap oleh Satpol PP.

Pada bagian akhir film, ada nilai moral yang dapat diambil, bahwa niat baik apabila dilakukan dengan cara yang kurang baik dan menimbulkan kontroversi tidak akan dapat langsung diterima oleh masyarakat. Pesan lain yang dapat diambil yaitu setiap manusia memiliki kesempatan untuk menjadi manusia yang lebih baik. Meskipun tidak semua usaha yang dilakukan Muluk berhasil, tetapi usaha Muluk perlu kita apresiasi, karena ia punya tekat dan keyakinan yang kuat untuk mengubah sesuatu, walaupun usaha yang ia lakukan belum tentu berhasil.

Memang sesuai dengan judulnya, negeri ini memang lucu. Orang-orang yang dengan susah payah mencari nafkah dengan cara halal harus kucing-kucingan dengan Satpol PP. Mencari uang dengan cara mencopet yang tidak halal pun  dikejar Satpol PP. Mungkin halal dan haram bagi Satpol PP adalah hal yang sama.

Penulis : Ine Oke Defil dan Fila Adilia

Editor : Asisqo Alqoroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *