Malam Menyimak Munir

Malang (10/9) Omah Munir, mengadakan acara nonton bareng dan diskusi film Munir dalam rangka memperingati 12 Tahun Kematian Munir. Acara yang  bertemakan Malam Menyimak Munir, Pekan Merawat Ingatan diadakan dari tanggal 4-11 September 2016 di 12 Kota berbeda. Jakarta, Malang, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Medan, Aceh, Papua, Ambon, Makassar, Bandung, dan Lombok.

Sebanyak 6 Film dari 6 Sutradara akan dihelat selama sepekan serentak di berbagai kota. Diantaranya,  Tuti Koto : Abrave Woman (1999) karya Riri Riza, Bunga Dibakar (2005) karya Ratrikala Bhre Aditya, Garuda’s Deadly  Ubgrade (2005) Reportase David O’shea dan Lexy Raambadeta, His History (2006) karya Steven Pillar Setiabudi, Kiri Hijau Kanan Merah (2009) karya Dandhy Dwi Laksono, dan Cerita Tentang Cak Munir (2014) karya Hariwi.

Acara ini juga bertujuan terus mengingat dan menggusur lupa peristiwa pembunuhan Munir. Selama 12 Tahun, pembunuhan Munir menjadi kabut tebal yang masih belum tertembus sampai saat ini. Meski Pollycarpus telah dihukum, tapi vonis itu tak mengungkapkan pelaku konspirasi pembunuhan Munir yang sebenarnya.

Begitu juga dengan usaha pengungkapan pelaku oleh Tim Pencari Fakta (TPF) yang dibentuk di Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2005. Informasi penting yang didapat TPF tidak pernah dipubllikasikan. Presiden tidak berani mengumumkan hasil-hasil temuan TPF.  Meskipun terdapat Keputusan Presiden (Kepres) memerintahkan untuk membuka hasil temuan ke publik.

Dua belas tahun pembunuhan munir terjebak dalam transaksi politik yang mengabaikan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Pemerintah seolah tersandera oligarki kekuasaan. Nawacita menjadi citra. Para penjahat kemanusiaan bersembunyi untuk menyelamatkan diri, menyelinap menangkis, dan bahkan terang terangan menduduki jabatan publik. Tidak pernah ada koreksi atas kejahatan masalalunya yang berdarah.

Melalui film yang diputar dalam acara pekan merawat ingatan, kita bisa mengetahui siapa Munir? Apa sejatinya prinsip hidup dia? Kenapa dia ngotot membela kaum-kaum tertindas ?Apa latar Keluarganya? Apa arti menjadi pekerja Kemanusiaan ? Kenapa Ia dibunuh?[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *