PPMI Mengeluarkan Deklarasi Jember di Rapimnas II

JEMBER, Manifest – Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II di Jember hasilkan Deklarasi Jember pada Minggu (29/5). Deklarasi tersebut berisikan tentang desakan dari Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) untuk Presiden Joko Widodo agar segera mengambil peran serta menyusun langkah strategis untuk melindungi dan menyelesaikan masalah kebebasan berekspresi di Indonesia. Dalam Deklarasi tersebut juga meminta Mohamad Nasir, Menteri Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Republik (Menristekdikti) beserta pimpinan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Agar mengambil sikap dan langkah yang konkret untuk memurnikan kembali peran perguruan tinggi. Sebagai ruang akademis yang bebas mengkaji pengetahuan apapun tanpa ada intervensi dari pihak lain.

Abdus Somad selaku Sekretaris Jenderal (Sekjend) PPMI dalam pembacaan Deklarasi Jember berkata “Pelaku kekerasan terhadap aktivis pers mahasiswa berasal dari aparatus keamanan negara, birokrasi kampus, dan instansi pemerintah lainnya.” Hal itu sesuai dengan riset yang sudah dilakukan Badan Pengurus Nasional Penelitian dan Pengembangan (BP Nas Litbang) PPMI yang mencatat ada 47 kasus kekerasan terhadap aktivis pers mahasiswa selama tahun 2013-2016.

“Oleh karena itu buruknya kebebasan berekspresi di Indonesia perlu disikapi secara serius,” kata Somad. Padahal Undang-Undang Dasar menjamin kebebasan berekspresi sesuai dengan pasal 28 ayat 2 dan 3, serta pasal 28 F sebagai jaminan perlindungan terhadap kehidupan demokrasi yang sehat dan negara hukum. Begitu pula dengan Undang-Undang nomor 12 tahun 2012 pasal 8 dan 9. “Sangat jelas bahwa kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan merupakan tanggung jawab pimpinan perguruan tinggi untuk melindungi kebebasannya.” Kata Somad saat membacakan Deklarasi Jember.

PPMI juga menghimbau peran aktif semua aktivis pers mahasiswa di Indonesia pada Deklarasi Jember. PPMI menghimbau Seluruh aktivis pers mahasiswa di Indonesia harus Memperkuat simpul jaringan dan kekuatan untuk melawan segala bentuk kekerasan terhadap pers mahasiswa dan ancaman terhadap kebebasan berekspresi. Kemudian menerapkan konsep berjejaring dan saling menguatkan sebagai upaya membangun semangat pers mahasiswa. Somad juga berkata saat membacakan Deklarasi Jember, “Menyerukan kepada seluruh pers mahasiswa agar bersatu dan tidak mementingkan golongan individu dan lembaga tertentu, yang berpotensi memperlemahkan semangat perjuangan pers mahasiswa.”[]

 

Amien Rosyadi

Anggota tetap di LPM Manifest dan masih mahasiswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *