Hari Bumi : Membangun Kesadaran Lingkungan

JEMBER,Manifest – Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Khatulistiwa memperingati hari bumi dengan mengadakan acara Resik-resik Kampus Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, (22/04). Acara tersebut termasuk dalam serangkaian agenda Dies Natalis MPA Khatulistiwa yang bertepatan pada bulan ini juga. Seperti yang dikatakan oleh Rizqi Tafzana selaku ketua panitia acara, bahwa agenda peringatan Hari Bumi tersebut merupakan salah satu dari serangkaian acara dari Dies Natalis MPA Khatulistiwa. Lokasi resik-resik yang dilakukan dimulai daridepan dekanat, depan lab Tekonolgi Hasil Pertanian (THP), lingkungan sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), jalan menuju gedung workshop dan sampai di depan gedung workshop.

Dari acara tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membentuk kesadaran menjaga lingkungan terutama di daerah kampus. “Semoga acara ini sebagai langkah awal untuk membangun kesadaran warga FTP akan lingkungan terutama pada saat membuang sampah khususnya sampah plastik yang sulit terurai dan ke depan diharapkan FTP memiliki bank sampah”, imbuhnya.

Rizqi juga mengatakan bahwa membuang sampah pada tempatnya adalah sedekah. Setiap membuang sampah pada tempatnya merupakan amal ibadah. “Jadikanlah membuang sampah pada tempatnya ini sebagai sebuah sedekah”, tambahnya.

Joko salah satu peserta juga mengatakan bahwa sebenarnya sampah bukanlah masalah utama, namun yang menjadi masalah utama adalah kesadaran diri sendiri untuk peduli terhadap kondisi lingkungan. Jika kesadaran sudah tertanam maka tidak akan terjadi masalah terkait lingkungan, terutama masalah sampah. “Kalau dari diri sendiri sudah sadar untuk kelestarian lingkungan maka tidak akan terjadi masalah terkait lingkungan”, tambahnya.

Kharim juga salah satu peserta Resik-resik Kampus FTP UJ menegaskan bahwa sistem pembuangan sampah yang ada di FTP UJ masih belum jelas. Masih banyak tumpukan sampah yang bukan pada tempatnya seperti di sebelah kanan jalan menuju gedung workshop. Tidak jelas juga kenapa sampah bisa menumpuk sebegitu banyaknya. “Sebaiknya presiden BEM bisa menanyakan ke birokrasi bagaimana sebenarnya sistem pembuangan sampah di FTP UJ”, kata Karim.[]

Amien Rosyadi

Lahir di Pasuruan 27 Maret 1995

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *