Tengkulak Kerja Tradisional, Kualitas Beras Bulog Rendah

JEMBER, Manifest- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Manifest mengadakan diskusi dan launcing majalah dengan judul “Nasib Petani Di Penimbangan Tengkulak” (09/04). Latar belakang kenapa Manifest mengambil topik tengkulak karena petani selalu berada pada posisi yang selalu dirugikan dalam alur distribusi gabah dan beras. Petani yang ingin menjual hasil panennya kesulitan menjual kepasaran. Ada banyak faktor diantaranya kurangnya pengetahuan petani terhadap harga dan kualitas gabah petani yang masih dibawah standart karena kurang ada perlakuan.

Peluang seperti itulah yang dimanfaatkan oleh tengkulak dalam penyerapan hasil panen petani. “Tengkulak langsung memebeli gabah dari tangan petani, petani pasti akan menjual hasil panennya ketengkulak karena tengkulak lebih tahu harga pasaran,” jelas Ebban Bagus seorang dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Jember yang menjadi pemateri dalam diskusi.

Ebban juga menjelaskan bahwa kerja tengkulak itu dilakukan dengan cara tradisional, sistem transaksinya juga hanya menggunakan sistem kepercayaan. “Berawal dari kegiatan tradisional saling percaya” jelasnya.

Selain kerja cepat, tengkulak juga memberikan bantuan ke petani seperti modal usaha dan pupuk. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga hubungan kerja antara tengkulak dapat terjaga dan berjalan dengan baik. “Hubungan tengkulak dengan petani sangat dekat dan tidak jarang apabila tengkulak memberikan bantuan modal atau pupuk kepada petani” jelas Arif Rahman selaku staf media LPM Manifest.

Dari situlah dalam urusan penyerapan hasil panen petani Badan Urusan Logistik (Bulog) kinerjannya kalah cepat dengan tengkulak. “Bulog kalah cepat dengan tengkulak dalam menyerap gabah dari petani,” ujar Dessy Eka selaku Pimpinan Redaksi Majalah Alkalis.

Dia juga menjelaskan bahwa untuk memenuhi stok beras Bulog melakukan kerja sama dengan penggilingan. Karena harga beli dari Bulog rendah maka penggilingan juga menjual ke Bulog, beras yang memang memiliki kualitas yang rendah. “Kualitas gabah bulog rendah karena patokan harga rendah” jelasnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *