Dosen Tidak Paham : Mahasiswa Merasa Dikorbankan

JEMBER, Manifest – Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (FTP UJ) mengadakan audiensi terkait surat edaran No. 496/UN25.7/KR/2016 tentang kebijakan pemberlakuan sistem evaluasi pembelajaran mahasiswa di ruang 1 FTP UJ pada Kamis (03/03). Surat edaran tersebut berisikan tentang pengecualian pemberlakuan panduan bagi angkatan 2011 dan 2012. Bagi mahasiswa yang memiliki nilai Capaian Pembelajaran (CP) kurang dari B/70 namun nilai akhir mata kuliahnya telah mencapai minimal B/70, maka mahasiswa tersebut tidak diwajibkan mengulang CP yang masih di bawah B/70 tersebut. Sedangkan untuk angkatan 2013 dan seterusnya tetap diwajibkan mengulang CP yang masih di bawah B/70.

Siswoyo selaku Pembantu Dekan I (PD I) FTP UJ menjelaskan bahwa masalah yang dialami oleh angkatan 2011 dan 2012 dikarenakan dosen belum paham isi dari panduan pembelajaran tersebut jadi diberlakukan pengecualian untuk angkatan 2011 dan 2012 karena sudah mau lulus dan menempuh skripsi. “Jika dilakukan remidi untuk angkatan 11 dan 12 maka studinya akan lebih lama”, tambahnya.

Menurut siswoyo itu terjadi karena ketidakpahaman dosen mengenai sistem pembelajaran tersebut. Dosen tidak mengikuti sampai tuntas penyususnan sistem tersebut sehingga dosen tidak paham. “Dosen itu maunya sendiri, dosen harus paham sistem”, tungkas Siswoyo. Banyak dosen juga tidak mempunyai Rancangan Perkuliahan Semester (RPS) dalam perkuliahannya. Di dalam RPS terdapat CP dan sub CP yang harus dipenuhi mahasiswa dalam satu semester.

Hal itu juga yang menyebabkan angkatan 2013 merasa dikorbankan karena harus mengulang CP yang belum terpenuhi di waktu yang singkat di Semester Antara (SA) dan sistem kuliah offline meskipun dalam beberapa mata kuliah nilai akhirnya sudah minimal B/70. Mahasiswa angkatan 2013 juga dibenturkan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Kuliah Kerja (KK) pada akhir semester 6 dan semester 7.

Siswoyo juga menjelaskan bahwa sistem KKN dan KK di jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) tidak pas berbeda dengan jurusan Teknik Pertanian (TEP). Di THP KKN dilakukan di akhir semester 6 dan KK pada akhir semester 7 jadi tidak mungkin bisa lulus 7 semester. “Di TEP liburan KKN, semester 7 magang dan skripsi, akhir semester 7 selesai”, imbuhnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut di jurusan THP, Siswoyo menjajikan akan memfasilitasi mahasiswa yang akan mengulang CP pada beberapa mata kuliah yang belum terpenuhi pada SA dan kuliah offline. “Jika dosen tidak mau mengadakan SA atau kuliah offline maka jurusan akan mencari dosen pengganti”, tambahnya.

Elok mahasiswa THP angkatan 2013 mengatakan bahwa pada semester sebelumnya ada salah satu dosen mengatakan kalau nilai akhir mata kuliah sudah minimal B maka tidak perlu mengulang di CP yang belum memenuhi minimal B/70 dan sekarang harus mengulang. Hal ini sangat membingungkan karena ketidak pahaman dosen akan sistem. “Dosen gak paham kita jadi korban”, imbuhnya.[]

Amien Rosyadi

Lahir di Pasuruan 27 Maret 1995

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *