Minim Informasi, Kelas Kosong Tanpa Kursi

JEMBER, Manifest – Mahasiswa dan dosen pengajar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas jember (FTP UJ) tidak mengetahui adanya pemakaian kursi di ruang kuliah untuk acara Jambore Buruh Migran (23/11). Pemakaian kursi di berbagai ruang kuliah, dikarenakan kursi di ruang 1 (aula) tidak cukup untuk memenuhi kuota buruh migrant yang hadir.

Hal tersebut membuat beberapa ruang kuliah kosong tanpa kursi. Ada dosen yang mengganti jadwal kuliahnya karena tidak ada kursi, dan bahkan ada yang melakukan kegiatan perkuliahan dengan cara lesehan.

Bambang selaku kepala bagian tata usaha FTP UJ, mengatakan bahwa penggunaan kursi perkuliahan pada acara tersebut untuk kepentingan tamu, sehingga tamu undangan tidak terkendala masalah keterbatasan bangku. “Kalau mau sewa (bangku) bisa, tapi kalau ada alternatif kenapa tidak”, kata Bambang. Ia juga menjelaskan bahwa adanya dana yang diberikan negara untuk acara tersebut sebesar 2 miliar. “Ada dana 2 miliar dari negara, 2 miliar itu untuk biaya penginapan dan uang makan Buruh Migran Indonesia (BMI) sebanyak 1500 orang itu sudah gak cukup”, tambah Bambang.

Ia menjelaskan bahwa kejadian tidak adanya kursi di ruang kuliah karena kurangnya koordinasi di bagian akademik sehingga tidak meratanya informasi yang diberikan. “Mungkin karena miss komunikasi di akademik”, jelas Bambang.

Iwan Taruna selaku dosen pengajar menuturkan bahwa ia juga tidak tahu mengenai kondisi kelas yang kosong tanpa bangku. “Untuk yang hari senin perkuliahan saya ganti karena saya masih tidak tau kondisinya”, kata Iwan. Ia juga menyarankan seharusnya panitia acara bisa menyewa kursi, agar acara seperti itu tidak menganggu jam perkuliahan. “Tapi jangan juga sampai kelas perkuliahan itu terganggu, apalagi tidak ada pemberitahuan”, jelas Iwan [Asq/Pmf].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *