Manifest : Launching Media Online dan Menyikapi Pembredelan Persma.

JEMBER, Manifest – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Manifest Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (FTP UJ) telah melaunching media online terbarunya yaitu persmanifest.com pada hari Sabtu (21/11) di ruang 11 gedung D FTP UJ. Acara tersebut diadakan sekaligus dengan acara diskusi mengenai “Maraknya Pembredelan Persma” yang saat ini marak terjadi. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha selaku perwakilan dari pihak dekanat, perwakilan organisasi mahasiswa di FTP, ketua angkatan tahun 2012, 2013 dan 2014 FTP serta LPM se-Jember. Acara ini turut menghadirkan pemateri Ika Ningtyas, ketua Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Jember dan Dian Teguh Wahyu Hidayat, wartawan Radar Semeru sekaligus alumni LPM Manifest.

“Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk memperkenalkan wajah baru media online yang ada di Manifest”  jelas Nadia Putri selaku ketua panitia acara. “Launching media online manifest dan diskusi maraknya pembredelan persma” imbuhnya. Media online Manifest yang awalnya hanya berupa blogspot.com telah diubah menjadi persmanifest.com. Selain itu, adanya media web ini juga dilakukan sebagai pembuktian kepada berbagai pihak bahwa LPM Manifest ini serius dalam melakukan kerjanya di bidang pers mahasiswa. Manifest berharap dengan adanya domain baru ini, menjadikan kerja Manifest menjadi lebih kuat dan serius dalam menjalanan kerjanya di bidang pers mahasiswa.

Acara diskusi yang mengangkat tema mengenai Maraknya Pembredelan Persma dilakukan karena semakin banyaknya kasus-kasus pembredelan terhadap produk jurnalistik dan kegiatan yang dilakukan pers mahasiswa di Indonesia oleh pihak-pihak tertentu. “Pembredelan itu didalamnya terdapat kepentingan, bisa dari kepentingan pejabat ataupun petinggi lainnya”, ujar Dian Teguh Wahyu Hidayat.

“Pembredelan ini sebenarnya sudah berlangsung dari masa orde lama hingga saat ini” Ujar Ika Ningtyas selaku ketua Alianisi Jurnalisme Independen Jember. Dalam diskusi tersebut, Ika Ningtyas menjelaskan bahwa dalam mengatasi pembredelan persma yang sedang marak terjadi, pers mahasiswa perlu melakukan adaptasi ke era konvergensi, berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan konsolidasi serta melebarkan jaringan.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *