Mahasiswa Apatis, Calon Presiden BEM FTP Aklamasi (Langsung Jadi)


JEMBER, Manifest Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) (25/5) mengadakan rapat bersama Forum Mahasiswa (FORMA) di Ruang 6 Gedung D, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas (FTP UJ). Membahas tentang calon tunggal Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTP UJ yang akan dipilih secara aklamasi (langsung jadi) sesuai dengan kesepakatan anggota KPUM. “Berhubung sudah seperti itu, jadi ya itu pilihannya” ujar Erwin Yulia Agustin yang akrab dipanggil Erwin selaku Sekretaris KPUM.

KPUM FTP UJ telah membuka pendaftaran untuk calon BEM dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) mulai tanggal 27 April – 4 Mei 2015. Tidak ada yang mendaftar. “Kita telah menyebar pamflet di mading dan kita juga telah menempel di beberapa titik di FTP dan kita juga telah menginformasikan di Facebook di FTP Jaya, tidak ada yang mendaftar” ujar Erwin. “Kami memutuskan untuk menambahkan lagi (waktu pendaftaran,Red ) dari tanggal 4 – 7, yang mendaftar DPM ada 4 dan BEM ada 1, karena tidak ada yang mendaftar kita tutup” Imbuhnya saat menjelaskan kronologi pendaftaran pada anggota forum.

Erwin juga menjelaskan bahwa KPUM telah membuka pintu yang seluas-luasnya untuk seluruh warga FTP. “kami sudah membuka pintu yang seluas-luasnya untuk temen-temen, dari sekian waktu yang kita sudah berikan tidak ada yang mendaftar” ujarnya. “Harusnya kita menghargai yang namanya waktu” Imbuhnya.

Lilik selaku salah satu anggota KPUM, mengatakan bahwa dengan melihat kinerja KPUM sebelumnya dan minimnya minat warga FTP menandakan bahwa warga FTP apatis. “Ini mengisaratkan bahwa orang orang FTP itu sebenarnya Apatis” ujarnya. “Kenapa tidak dari awal antusias dalam pemilihan ini ?” imbuhnya.

“Berarti mahasiswa yang memilih saya itu apatis ?” ujar Arsyl selaku demisoner BEM, menanggapi pernyataan Lilik.  Arsyl menjelaskan bahwa banyak faktor kenapa KPUM sebelumnya memerlukan waktu yang lama untuk melaksanakan pemilu raya dan tidak ada aklamasi, salah satunya adalah pertimbangan efek kedepannya. Karena mengingat kepengurusan BEM pada tahun 2003, sempat fakum dan dibekukan. “Mau kamu setengah periode tiba-tiba dilengserkan oleh rakyat?, pemilu ulang, kasian kamu” ujar Arsyl.  “Kalau kamu memilih pemimpin untuk rakyat jangan hanya berdasarkan egoisme masing masing anggota KPUM” Imbuhnya.

Joko cahyono, selaku perwakilan LPM Manifest mengatakan bahwa sikap KPUM yang menyepakati dilakukannya aklamasi adalah apatis. “Ketika kawan-kawan KPUM menyatakan ini aklamasi, kalianlah faktor apatisnya, suara beratus-ratus atau bisa dibilang hampir seribu suara mahasiswa kalian bungkam dengan apatisme” Ujar joko.

Kesimpulan terakhir yang disepakati oleh FORMA adalah menolak adanya aklamasi (langsung jadi). FORMA juga menginginkan agar KPUM membuka kembali pendaftaran calon Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Waktu dan lama pendaftaran diserahkan kepada otonomi KPUM.[ARF]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *