Food court yang Tak Berpenghuni

 Food court, mungkin kata tersebut sudah tidak asing lagi di telinga para mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP). Bangunan sejenis Gazebo yang didirikan di samping kantin sejak tiga tahun yang lalu tersebut nampaknya kurang mendapat perhatian. Tujuan awal dari pendirian food court tersebut untuk memfasilitasi mahasiswa FTP yang ingin berwirausaha dilingkungan kampus. “Sebenarnya bukan hanya mahasiswa yang menempuh mata kuliah kewirausahaan dan UKKM Agritechship yang memakainya, tetapi siapa saja tidak dilarang memakainya, yang penting izin dulu dan melakukan perawatan food court,” ujar Ida Bagus selaku Pembantu Dekan II FTP UJ.
       Menurut Ida Bagus, kondisi food court saat ini jauh dari kata layak. Tujuan awal dari pendirian awal food court ersebut tidak terealisasi. “Apalagi dari kondisi lantai, atap, dan kran air yang sekarang dipakai ibu kantin. Sebenarnya itu bagian dari fasilitas kampus tetapi sekarang dipakai ibu kantin” lanjutnya.
          Bagian tata usaha, PD1, PD2, PD3 dan dekan sudah memiliki inisiatif untuk membenahi food courttersebut, namun besarnya anggaran yang dibutuhkan menjadi alasan utama tidak terbenahinya food courttersebut. “Anggaran yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang digunakan untuk pembenahan food court masih kurang” timpal Adi kabag Tata Usaha.
Dampak dari tidak berfungsinya food court tersebut juga di rasakan oleh mahasiswa FTP.  Menurut Aprillia Dila, keberadaan food court tersebut mampu membantu mahasiswa yang ingin menjual produk-produk pangan yang mereka punya. Namun dengan tidak berfungsinya food court tersebut banyak mahasiswa yang harus menjual produk mereka di area gedung perkuliahan. “Seharusnya food court tersebut bisadi benahi dan digunakan oleh mahasiswa FTP untuk menjual produk-produk mereka. Jadi kalau ada mahasiswa yang ingin berjualan produknya tidak usah menjajakannya di area gedung perkuliahan, sehingga mereka bisa berjualan di food courtitu sendiri.
          Selain itu food court nantinya juga dapat mewadahi produk pangan yang akan di jual oleh mahasiswa TEP yang pada semester 3 nanti akan mendapat mata kuliah kewirausahaan yang mau tidak mau harus menjual produk yang mereka punya. “Kalau food courtnya bagus dan layak dipakai kan enak, nanti pas semester 3 pas mata kuliah kewirausahaan gak usah bingung nyarik tempat buat berjualan” ujar Aprilia Dila salah satu mahasiswa Teknik Pertanian. Pembenahan dan pengoptimalan fungsi food courtdirasa cukup penting guna mewadahi mahasiswa FTP yang ingin menjual produk pangan yang mereka punya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *