Gara-Gara Kebijakan PD3, BEM Merasa Di Kambing Hitamkan

JEMBER, Manifest Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Pertanian  Universitas Jember (FTP UJ) melakukan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ)sebagai tanda berakhirnya kepengurusan, malam ini (29/04). Forum yang diselenggarakan di Ruang 1 FTP UJ tersebut diikuti oleh awak organisasi dan juga mahasiswa FTP UJ. Dalam proses LPJ BEM merasa dikambing hitamkan terkait kebijakan mengenai harus adanya tanda tangan dalam proposal kegitan yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “ Kalau seperti ini BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) merasa dikambing hitamkan ,” kata Arsyl selaku Presiden BEM, saat menanggapi pertanyaan dari forum. 
Kebijakan tersebut diterapkan atas intruksi dari Pembantu Dekan 3 (PD3) FTP UJ tanpa ada kesepakatan antara anak UKM bahkan BEM sebagai pelaksana.“ Saya pernah menolak intruksi itu, namun PD 3 bilang bahwa Dana tidak akan keluar kalau tidak ada tanda tangan BEM .” Arsyl menjelaskan. Otoriter kebijakan dari PD 3 membuat BEM menjalankan tugasnya dengan prosedur yang salah.
“ Prosedur itu memang salah ,”  kata Abraham selaku  Pemimpin Sidang sekaligus ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Kerja- kerja BEM terkait tanda tangan itu menyalahi prosedur yang sudah dijelaskan dalam Undang-udang Keluarga Mahasiswa Teknologi Pertanian (UU KMTP). Dalam UU KMTP dijelaskan bahwa hubungan BEM dengan UKM itu hanyalah kordinatif sehingga tidak ada yang menjelaskan bahwa harus ada tanda tangan BEM dalam proposal kegiatan UKM.
 Kerja-kerja yang telah dilakukan BEM terkait tanda tangan dapat dikatakan tidak sah karena telah melanggar UU KMTP yang sudah ditetapkan. “ Efek dari kebijakan tersebut membuat kita akan diadu domba di tataran bawah (mahasiswa) ,” kata Arif salah satu peserta forum saat diminta pendapat oleh tim redaksi Manifest. [JK]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *