Antisipasi Kenaikan Harga BBM, DPRD Jember Anggarkan 15 Milyar

JEMBER – Aksi Aliansi Mahasiswa Jember pada Senin (17/11) di kantor DPRD Jember dalam menolak kenaikan harga BBM mendapat tanggapan dari DPRD Jember. Aksi yang diikuti oleh organisasi mahasiswa KS GMNI, DPC GMNI, PMII, HMI, dan LMND Jember ini memaksa masuk ke halaman kantor DPRD Jember. Sempat dihadang oleh polisi di gerbang kantor DPRD, akhirnya massa diijinkan masuk ke halaman kantor DPRD.

Setelah massa melakukan orasi di depan kantordan meminta perwakilan DPRD untuk keluar. Akhirnya seorang perwakilan DPRD hadir di depan massa aksi. “Kami setuju dengan aspirasi dengan apa yang disampaikan oleh aliansi mahasiswa ini,” ungkapnya. Dia juga sepakat dengan empat poin aspirasi mahasiswa dalam membenahi dan transparan dalam tata kelola anggaran, mendesak renegosiasi kontrak migas sesuai dengan amanah konstitusi (UUD Pasal 33), memperbaiki tata kelola minyak, dan menghentikan pencitraan dan kebohongan pemerintah soal pengalihan subsidi BBM ke sektor lain.
Dia memohon maaf jika tidak banyak perwakilan DPRD yang bisa menemui massa karena sedang dalam rapat pembahasan. Dalam rapat pembahasan juga sedang menganggarkan 15 milyar untuk masyarakat miskin terkait kesehatan seandainya harga BBM nantinya akan naik. “Jadi 15 milyar sudah disiapkan bagi masyarakat miskin,” tambahnya.
Leksono Kunto Wibisono, koordinator lapangan mengajak kawan-kawan mahasiswa dalam aksi tersebut mengawal kesepakatan yang telah ditandatangani. “Ketika bapak kita mengingkari janjinya, mari secara bersama-sama kita ganyang kawan-kawan,” ungkap Leksono. Mengenai anggaran 15 milyar yang telah dianggarkan oleh DPRD Jember, Leksono mengajak mahasiswa dalam aksi tersebut untuk turut mengawal bersama-sama.[]
Reporter : Yudha Lutfi F.
Penulis : Dina Mustika R.
Editor : Yudha Lutfi F.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *