Study Dasar Islam (SDI) XII Meriahkan Rihlah ke Air Terjun Rowosari

JEMBER- Open Recruitment keanggotaan UKKI-KOSINUSTETA Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember ke-12 yang dikemas dalam label “Studi Dasar Islam (SDI)” kembali digelar. Sabtu (9/11) di auditorium kampus FTP Universitas Jember nampak padat. Kegiatan rutin UKKI-KOSINUSTETA ini dihadiri puluhan mahasiswa mulai dari peserta serta undangan dari beberapa ormawa. Agenda yang lebih tepatnya disebut sebagai diklat ini disahkan oleh Pembantu Dekan I FTP UNEJ. Study Dasar Islam (SDI) ke-12 merupakan serangkaian kegiatan pengkaderan guna membangun jiwa muslim/muslimah unggulan. Bentuk kegiatan SDI yang bertemakan “ Melangkah Bersama Muslim Unggulan, Berkarakter dan Berakhlak Mulia” terdiri dari serangkaian acara diantaranya diklat ruang serta lapang yang wajib diikuti oleh peserta dan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) yang diikuti oleh peserta ihwan (sebutan laki-laki). Setiap kegiatan pastinya memiliki esensi yang berbeda. Kegiatan pertama, diklat ruang yang bertujuan untuk membangun pribadi muslim unggul dan berkarakter. Beberapa pemateri luar biasa turut hadir untuk mengisi diklat ruang guna mensukseskan agenda SDI. Antusias para peserta cukup membuat panitia pelaksana bergembira. “Saya tertarik dengan materi ini, dan Apa upaya utuk menjadi mahasiwa berprestasi dalam kesibukan yang begitu padat” tutur Ridwan salah seorang peserta SDI. Sabtu (16/10) Nampak puluhan mahasiswa memadati bangunan Mushola Tua. Nampaknya malam itu akan dilaksanakan adalah Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) dikuti oleh seluruh kader ihwan (sebutan laki-laki). Dalam agendanya, ingin menunjukkan keutamaan dari qiyamul lail (Sholat ditengah malam). “Orang yang menegakkan qiyamullail akan terpelihara dari gangguan setan, dan bangun di pagi hari dalam keadan segar dan bersih jiwanyaOrang yang menegakkan qiyamullail akan terpelihara dari gangguan setan, dan bangun di pagi hari dalam keadan segar dan bersih jiwanya”. Tak banyak yang mengikuti Malam Bina Islam (MABIT). Meskipun begitu, acara Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) berlangsung hikmat dan larut dalam kesunyian malam. Minggu (17/11) tak cukup dengan dua agenda, Studi Dasar Islam (SDI) ke-12 berlanjut ke serangkain acara ketiga. Sebutlah sebagai diklat lapang. Bentuk kegiatan rihlah (sebutan liburan) bertempat di Air Terjun Rowosari Sumber Jambe. Rihlah terdiri dari beberapa kegiatan seperti bakti sosial, outbond (Islamic Adventure), dan Rihlah empat generasi. Acara ini dimulai pukul 11.00 yang diawali dengan rihlah menuju air terjun dan diakhiri dengan bakti sosial (baksos) peserta kepada penduduk setempat. Tidak semudah yang dibayangkan, untuk menuju air terjun rowosari diperlukan perjuangan dan kondisi fisik kuat. Selain membutuhkan waktu 30 menit untuk tiba disana, medan yang ditempuh juga luar biasa. Mulai jalan menanjak hingga yang paling ekstrim yaitu turun dan naik tebing sekitar dua meter. Begitu luar biasa medan yang dilalui. Tidak terkecuali akhwat (sebutan perempuan) yang seluruhnya menggunakan busana muslim rok panjang dan berjuang menaiki tebing. “Rasanya capek sekali tapi tetap asik. Subhanallah, indahnya Air Terjun rowosasari. Sungguh menakjubkan Kuasa Ilahi” tutur Faiqoh salah seorang panitia yang sedang berpeluh lelah dan nafas tak beraturan. Kegiatan ini berlangsung meriah. “Kali ini sangat menyenangkan dan seru, seketika bisa merefresh pekatnya pikiran akibat kesibukan kuliah”, ungkap Yuan salahsatu peserta rihlah. Bentuk kegiatan rihlah ini seketika mampu menyulap seluruh peserta dan panitia untuk larut dalam kegembiraan momen itu. “kesannya cukup baik, bisa menambah ilu secara tidak langsung, pesan untuk SDI berikutnya pemberian materi lebih difokuskan untuk mencetak pribadi seorang muslim yang unggul baik dari segi sains maupun maupun akhlak pribadi muslim”, ujar Yogi salah seorang peserta. “Meskipun serangkaian acara SDI terdapat beberapa kekurangan, namun motivasi saya untuk bergabung di UKKI Kosinusteta adalah ingin menjadi seorang muslim berpribadi unggul. Saya ingin berada ditengah-tengah pribadi unggul yang lain. InsyaAllah, saya akan berjuang bersama teman-teman kosinusteta sebagai satu-satunya UKM pendakwah kampus FTP Universitas Jember”, imbuhnya dengan wajah berpeluh air hujan. Pengambilan foto bersama dengan membawa banner kegiatan serasa menjadi kebiasaan mutlak dalam setiap kegiatan. Banyak yang mengatakan pengambilan dokumentasi sebagai ajang untuk mengabadikan kebersamaan yang tak tentu diperoleh setiap hari. Rihlah UKKI-KOSINUSTETA diakhiri pukul 14.00 WIB. Acara ini ditutup pembacaan do’a yang dipimpin langsung oleh ketua panitia A Bagus Nur Sudrajat. Suasana hening menyelimuti detik-detik penutupan acara, seluruh peserta dan panitia pun tertunduk memantapkan do’a. Bersyukur kepadaNya atas rahmat kebersamaan yang diterima. Sesi terakhir adalah pelaksanaan bakti sosial (BAKSOS) oleh peserta Studi Dasar Islam (SDI) kepada penduduk setempat.[saf].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *