Pagelaran Kyai Kanjeng Meriahkan Festival Tegalboto ke-49

JEMBER –  Dies Natalis yang ke-49 kembali digelar Universitas Jember (Unej). Selasa (6/11) malam nampak ratusan penonton memadati halaman depan  gedung  Program Studi Sistem Informasi Universitas Jember untuk menyaksikan Pagelaran Kyai Kanjeng yang dikemas dalam satu rangkaian acara Festival Tegalboto.
Acara ini dimulai pukul 19.45 yang diawali dengan pagelaran musik  Kyai Kanjeng, sambutan oleh Drs. Moh. Hasan, MSc., PhD selaku Rektor Universitas Jember  2012-2016, dan diakhiri tausiyah oleh Emha Ainun Nadjib.  Pagelaran  bertemakan “ Unej Membangun Negeri 2013 ”berlangsung meriah. Penonton hadir dari berbagai tempat, bahkan dari luar kota seperti Malang, Jombang dan sekitarnya. “Saya hadir disini untuk menyaksikan pagelaran Cak Nun, sudah lama saya mengagumi beliau. Karena  beliau adalah seorang budayawan yang inspiratif ”, ungkap Ubet salah satu pengunjung asal Jombang. Cak Nun sebenarnya lebih bersifat melayani yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi.
Selama  penyampaian tausiyah Cak Nun (panggilan akrab) selalu diiringi lagu-lagu perpaduan musik klasik maupun barat di sela-selanya. Emha Ainun Nadjib, seorang budayawan kelahiran Jombang beserta grup musik Kyai Kanjeng mampu menyulap seluruh penonton untuk ikut larut dalam suasana kegembiraan malam Dies Natalis Universitas Jember. “Menyenangkan sekali bisa hadir ditengah masyarakat Jember khususnya di lingkungan mahasiswa Universitas Jember, buktinya para audiencesamasekali tidak ada yang pulang” ungkap Nia salahseorang vokalis grup musik Kyai Kanjeng. “Kami sangat berterimakasih khususnya kepada keluarga Universitas  Jember atas sambutan yang luar biasa dan telah dijamu dengan cukup baik”, imbuhnya.
Berbeda dengan grup musik lain, Kyai Kanjeng beserta Emha Ainun Nadjib memilki ciri khas tersendiri . Penambahan unsur guyonan disela tausiyahnya menjadi daya tarik bagi penonton. Namun, dalam makna sebenarnya Cak Nun selalu mengajarkan pentingnya rasa bangga akan NKRI dan tidak merasa minder dengan budaya barat. 
“Sudah lama saya mengagumi grup Kyai Kanjeng, grup ini berupa kumpulan orang profesional dalam hal musik, dan sangat senang karena kegiatan Festival Tegal Boto mampu mengundang Grup Kyai Kanjeng” Ujar Sugiarto seorang dosen FKG Universitas Jember.
Pagelaran Kyai Kanjeng diakhiri pukul 01.22 WIB dini hari. Acara ditutup dengan pembacaan sholawat yang dipimpin langsung oleh Kyai Emha Ainun Nadjib. Suasana hening menyelimuti malam detik-detik penutupan acara, seluruh penonton tertunduk mendengarkan lantunan lafal yang didengungkan. Bersyukur kepadaNya atas rahmat yang diterima. Berikutnya dilanjutkan dengan bernyanyi bersama lagu Kemesraan dari Iwan Fals. Sesi terakhir adalah berjabat tangan. Seluruh penonton antusias untuk  berjabat tangan dengan sang idola, Emha Ainun Nadjib. Mereka berjajar rapi untuk berjabat tangan, bahkan merangkul pula sang tokoh budayawan Cak Nun.[saf].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *