FTP UJ Gelar Workshop Tata Kelola Ormawa

JEMBER – Sabtu kemarin (26/10) Fakultas Teknologi Pertanian menggelar acara Workshop Pembinaan dan Monitoring Tata Kelola Kesekretariatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Acara yang digagas oleh pihak Kemahasiswaan FTP ini diikuti oleh seluruh ormawa di lingkungan FTP.Tujuan utama acara ini digelar adalah untuk meningkatkan kualitas aktivitas mahasiswa melalui organisasi mahasiwa supaya kualitas kegiatan bisa meningkat. Hal tersebut disampaikan oleh Ir. Jayus, Ph.D selaku Pembantu Dekan III FTP. “Selama ini memang prestasi sudah ada, tetapi prestasi itu kalo dibanding dengan animo aktivitas mahasiswa dengan kegiatan kemahasiswaan itu tidak sebanding dengan studi kita”, kata Jayus. 

 
Workshop ini berisi serangkaian acara meliputi diskusi kelompok dan diskusi pleno. Dalam diskusi kelompok ini dilakukan pembagian beberapa kelompok ormawa yang difasilitasi oleh seorang narasumber dan moderator. “Kami anggap bapak ibu narasumber memiliki kompetensi dalam pengembangan UKM,” ujar Jayus.  Narasumber yang telah memiliki pengalaman dalam mengelola UKM akan mendampingi ormawa dalam mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan dalam pengelolaan ormawa. 
 
Output yang diharapkan dari acara workshop tata kelola ini adalah adanya tata kelola yang lebih baik. Hal tersebut tergambar dari adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai panduan tata kelola dalam mengadakan kegiatan, maupun perijinan kegiatan. Selain itu harapannya adalah adanya sinergi antar ormawa. “Antar UKM masih belum memahami sebenarnya program kerjanya seperti apa, kadang-kadang juga masih ada program yang tumpang tindih,” ungkap Jayus.
 
Diskusi pleno yang sebelumnya dijadwalkan ditiadakan dan diganti dengan presentasi singkat selama lima belas menit oleh tiap ormawa mengenai permasalahan yang dikeluhkan. Selanjutnya dosen dan narasumber memberikan tanggapan atas permasalahan yang disampaikan. Tidak jarang adanya perdebatan dalam diskusi tersebut. Solusi dari permasalahan yang disampaikan oleh tiap UKM hanya mendapat tanggapan tanpa adanya solusi seperti yang disampaikan oleh Nur Karimah salah satu peserta diskusi, “Seharusnya langsung ada solusi dari PD III. Bukan cuma nanggapi dari apa yang di inginkan UKM.”[Dina]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *