Malam Ramadhan, Jember ‘Dipatrol’

Malam yang tidak biasa terlihat disepanjang Jalan Kalimantan Kampus Jember. Sekitar pukul 22.00 WIB (20/7) kerumunan orang sudah memadati jalanan tersebut untuk menyaksikan acara musik patrol. Acara yang bertepatan Bulan Ramadan ini diadakan oleh Universitas Jember bekerja sama dengan para UKM-Kesenian berlangsung semarak. Pas dengan tema yang diusung yaitu ‘Semarak Budaya di Bulan Ramadan’.
Saat itu saya dan beberapa kawan pers lainnya juga menyaksikan acara tersebut di double way Universitas Jember. Ketika itu salah satu kawan pers yaitu mbak Fay sempat mewawancarai tentang acara tersebut kepada salah satu panitia penyelenggara. Setelah selesai  berwawancara, Mbak Fay kemudian menceritakan bahwa musik patrol ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan Universitas Jember. Terhitung sudah 13 tahun, sejak tahun 2000 sampai sekarang.
Suara dan nyannyian beriringan dari para peserta musik patrol meramaikan suasana malam yang semakin dingin. Segala macam alat musik seperti seruling, gendang dan alat seperti kentungan dimainkan.  Nyanyian lagu daerah melantun merdu. Lampu warna-warni, hiasan- hiasan unik yang digunakan menyatu dengan kebersamaan masyarakat Jember yang menyaksikan.
Start dimulai dari double way Universitas Jember. Peserta yang mendapat giliran diberi waktu 10 menit menunjukkan atraksinya.  Setelah itu dilepaskan menuju rute yang sudah ditentukan yakni jalan Kalimantan- Mastrip- Bayangkara- PB. Sudirman- Alun-alun dan yang terakhir atau finish yaitu Pusat perbelanjaan Hardis Jember. Setiap rute terdapat pos yang dijaga oleh masing-masing UKM-Kesenian Universitas Jember.
Ada 15 peserta yang mengikuti acara tersebut. Peserta berasal dari berbagai daerah di Jember. Mbak fay yang sudah mewawancarai salah satu panitia juga mengatakan bahwa tidak ada biaya pendaftaran bagi peserta atau gratis. Bahkan semua peserta yang berpartisipasi, mendapat uang pembinaan dari penyelenggara. Serta bagi para pemenang hasil penjurian mendapat sertifikat dan trofi penghargaan.
Sempat pula teman saya Dita sekedar mewawancarai penonton sekitar tentang acara tersebut. “ Saya senang dengan acara ini karena acaranya sangat menghibur, “ kata salah satu penonton yaitu ibu yang tidak diketahui identitasnya.[Luluk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *