‘GALAU’ Akibat Sistem Perkuliahan

         Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun. Kini telah memasuki tahun ketiga untuk mahasiswa yang akan memulai semester lima di kampus Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember (UNEJ).  Awal ajaran baru di tahun 2013 ini tiba-tiba dikejutkan dengan pengumuman penggantian Dosen Pembimbing Akademik (DPA). Pengumuman yang ditempel di mading kampus pada Jumat, 26 Juni 2013 itu sontak mengejutkan para mahasiswa THP.
           Ditemui diruangannya, Ibu Indrawati selaku staf kemahasiswaan FTP UNEJ menyampaikan memang ada perubahan DPA bagi mahasiswa THP khusus Angkatan 2011. “Selain itu DPA yang baru sekaligus menjabat sebagai Dosen Pembimbing Umum (DPU) skripsi bagi mahasiswa THP Angkatan 2011”, lanjutnya.
         Alasan perubahan ini masih belum dibeberkan secara jelas. Menurut Ibu Indrawati, penggantian DPA karena kebijakan fakultas. Namun hal ini tanpa pemberitahuan kepada mahasiswa terlebih dahulu. Beberapa mahasiswa mengaku baru mengetahui informasi melalui social network.
Sistem untuk para mahasiswa FTP angkatan 2011 memang identik dengan adanya perubahan. Dimulai pada angkatan 2011 juga, di FTP menggunakan kurikulum baru yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum ini memang memacu mahasiswa untuk berkompetisi dengan keras. Metode pembelajaran yang  menonjol yaitu mahasiswa lebih aktif dan kritis serta sering berada didepan kelas untuk melakukan presentasi. Soft skill inilah yang akan memberikan nilai tambah, sedangkan dosen berperan sebagai fasilitator.
            Sedikit banyak memang KBK memberikan kelebihan, karena dapat dilihat mahasiswa lebih memiliki kompetensi yang baik, bukan hanya hard skill namun soft skill pun dapat dicapai. Sayangnya sistem yang dilakukan berawal sebagai ajang percobaan ini, juga cukup memberatkan mahasiswa apabila dihubungkan dengan perubahan DPA dan penentuan DPU baru. Perubahan  ini memaksa mahasiswa yang kelak akan menempuh skripsi, harus mengerjakan tugas akhir sesuai dengan bidang DPU. Padahal biasanya mahasiswa lah yang menentukan judul skripsi dan memilih sendiri siapa dosen pembimbingnya. Keadaan justru terbalik karena adanya sistem. Entah perubahan apa yang akan terjadi dikemudian hari, tinggal dilihat saja kedepannya.[desy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *