Ekspresionistik Dalam Kebebasan Street Art

Seperti dilanda rasa penasaran yang memuncak. Malam itu (14/06/13), seusai rapat aku dan teman-teman Manifest berangkat menuju acara yang diadakan Lembaga Pers Mahasiswa Sastra (LPMS) Ideas. Street Art Full Service seperti itu nama acaranya. Acara  yang diselenggarakan salah satu pers mahasiswa Fakultas Sastra yang berkolaborasi dengan KOMPENI (Kaum Pemuja Seni) dirangkai menjadi beberapa kegiatan dalam tiga hari. Kegiatan yang dimaksud antara lain Pameran Urban Art, Forum Diskusi, Workshop Desain grafis, dan Live Music Performance.

 

Meskipun malam sudah menunjukkan keganasannya. Dengan berangkat bersama-sama, aku dan  teman-teman Manifest menuju gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM). Kemudian memarkirkan motor disebelah barat gedung PKM. Aku mendapatkan barisan belakang sendiri. Cahaya- cahaya sorot lampu motor seakan menerangi suasana tempat parkir yang gelap.

Aku pun beranjak dari parkiran menuju gedung PKM bersama lainnya. Memasuki halaman PKM sudah disuguhi berbagai karya seperti Gravity dengan ukuran cukup besar.  Tak hanya satu, banyak karya yang terpampang disana. Aku melihat satu persatu karya unik tersebut. Perpaduan warna membentuk gambar-gambar atau tulisan yang sangat kreatif sekali. Semprotan dari tangan-tangan mereka yang halus mengisi media-media mulai dari kertas, triplek, kanvas, gabus dan masih banyak lagi karena aku tidak begitu mengerti apa namanya. Ketika memasuki gedung PKM, ada satu karya yang membuatku tercengang dan tak habis pikir. Ditengah  barisan hasil karya-karya yang diperlihatkan, terdapat kursi kayu yang menopang sebuah benda. Benda yang  biasa digunakan manusia untuk membuang hajatnya atau kakus ini digunakan oleh mereka sebagai media semprotannya. Dengan sentuhan tangan mereka, gambar dengan kombinasi warna yang apik mampu memberikan nilai estetika yang lebih.

 

            Setelah merasa cukup puas melihat-lihat, aku dan lainnya diajak oleh tuan rumah menggambar bersama. Tidak sedikit kawan-kawan lain yang memadati gedung PKM untuk melukis bersama. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut kebanyakan mahasiswa yang berasal dari berbagai ormawa ataupun komunitas lainnya. Semuanya terlihat sangat serius. Fokus memandangi kertas gambar A3 dan bermain dengan warna menggunakan kuas mereka.

 

Aku dan lainnya duduk berada diposisi depan. Kertas gambar A3 sudah berada ditangan beserta cat warna-warni. Sebelum itu, diberikan tutorial oleh salah satu pengisi acara tersebut-tak tahu siapa namanya. Beliau menjelaskan tentang perpaduan warna yang nanti akan dihasilkan. Aku tidak sebegitu paham, karena aku berada sedikit jauh dengannya sehingga suaranya terdengar kecil sekali.

 

Setelah selesai tutorial, aku dan lainnya mulai beraksi bermain dengan cat- cat tersebut. Karena aku dan lainnya tidak membawa kuas, tanganpun jadi. Tak peduli kotor ataupun jijik, yang terpenting adalah berkreasi.

 

Aku memulai dengan warna kuning, dilanjutkan dengan warna hijau dan merah. Lalu mengkombinasikan warna- warna tersebut menjadi satu. Menciptakan warna baru, membentuk bulatan- bulatan seperti polkadot. Tak terencanakan dan tak ada konsep objek yang kugambar. Mengalir saja. Meskipun tak karuan, aku sangat menikmatinya.

 

Sudah sekitar setengah jam, akhirnya sebuah karya terselesaikan. Disusul dengan kawan-kawan Manifest lainnya. Tampak gambar-gambar tak berwujud atau abstrak seperti karyaku. Tetapi tidak membuat mereka malu menunjukkan hasil karyanya kepada orang lain.

 

Tak hanya itu, banyak dari kawan-kawan yang lain menciptakan gambar-gambar yang unik. Ada juga yang nyelenehmencampurkan makanan ringan kedalam lukisannya. Seperti membuat hiasan kue tart.

 

Itulah seni. Bebas melakukan apa yang diinginkan. Bebas berkarya tanpa batas. Bebas menyuarakan pemikiran lewat hasil karya yang diciptakan. Dan tak ada istilahnya pengekangan dan keterbatasan dalam ekpresionisme.

 

Disesi akhir acara, aku dan semua kawan yang ikut serta mengabadikan moment tersebut dengan berfoto bersama. Dan semua bebas berekspresi didepan kamera dengan membawa karyanya masing-masing.[LF]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *