Seni Tari Ajang Penyalur Seni dan Silaturahmi

JEMBER. Sebuah acara kesenian digelar di Gedung Sutardjo Universitas Jember pada Sabtu malam pada tanggal 2 Februari 2012. Acara seni tari kontemporer dan antologi puisi tersebut diadakan oleh UKMK Kurusetra dari Fakultas Ekonomi. Acara ini terdiri dari seni tari dan antologi puisi dan diikuti oleh lima UKMK di Jember. UKMK tersebut antara lain Dolanan (Fakultas Teknologi Pertanian), Wisma Gita (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Dewan Kesenian Kampus (Fakultas Sastra), Panjalu (Fakultas Pertanian), dan PSRM Sardulo Anorogo.
Seni tari yang diikuti oleh lima UKMK tersebut bertujuan untuk mempererat tali antar UKMK, memperlihatkan senii tari pada khalayak, dan menjadikan acara ini sebagai penyalur kegiatan seni. Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian acara pembukaan yang dibacakan oleh pembawa acara. Selain itu antologi puisi yang ditampilkan merupakan penghargaan bagi anak kurusetra yang menyampiakan pesan melalui puisinya.

325 penonton tercatat dalam buku tamu yang berada di pintu masuk ke pertunjukkan. “Gak semua yang masuk tadi ngisi buku tamu,” ungkap panitia yang menjaga buku tamu tersebut. Bisa diperkirakan penonton yang hadir lebih dari 325 memadati ruangan Gedung Sutardjo tersebut.
“Andai ini rumah kita” adalah tema yang diangkat dalam acara ini tertulis jelas di kertas yang berisi gambar kelima UKMK tersebut. Rumah yang dimaksud disini adalah rumah bagi para pegiat seni dalam menyalurkan seni. Bapak Imam selaku perwakilan dari Fakultas Ekonomi mengharapkan acara ini bisa memberi nilai tambah di seni utamanya untuk para penikmat seni. “Saya juga penikmat seni, tapi dengan cara saya sendiri”, ungkap Pak Imam saat memberikan sambutan.

 

Diakhir acara dilakukan pemungutan polling dari penonton untuk memilih penampilan terfavorit. Sedangkan penampilan terbaik dipilih berdasarkan penilaian juri. Dewan Kesenian Kampus (DKK) mendapat polling terbanyak mengantarnya menjadi juara terfavorit. Hal ini sudah terlihat dari saat penampilan tiap UKMK, penampilan DKK-lah yang menimbulkan riuh sorak penonton. Dolanan terpilih menjadi juara terbaik melalui penilaian juri. Mai Dwi Rahayu salah satu penari dari Dolanan mengungkapkan bahwa jelas Dolanan tak bisa menjadi juara terfavorit karna mereka tak banyak membawa pendukung, tapi mereka sangat bersyukur bisa menjadi juara terbaik.[dmr] 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *