Dari Gemulai Romansa Tari Hingga Sakralitas Hidup

JEMBER. Semarak dan hentakan alat musik yang dimainkan oleh beberapa anak UKMK Kurusetra membuka acara seni tari dan antologi puisi yang diadakan oleh UKMK Kurusetra. Sabtu, 2 Februari 2013 acara tersebut digelar di Gedung Sutardjo dan diikuti oleh lima UKMK di Jember dan dionton oleh beberapa UKMK lainnya dan juga penonton non UKMK.
Sebuah panampilan pembacaan puisi diiringi dengan monolog menggantika permainan musik di awal acara. Tepuk riuh penonton mengiringi setiap selesainya penampilan. Selanjutnya Kurusetra sebagai tuan rumah menampilkan sebuah tarian berjudul Tari Bawang Putih. Enam penari keluar dari sisi panggung dengan pakaian hitam dan topeng putih di wajahnya. Ada dua buah obor yang terpajang di sisi kanan dan kiri depan panggung memberi kesan mistis. Setting panggung yang hitam dan pakaian berwarna hitam mebuat topeng berwana putih itu terlihat terang.

Penampilan pertama peserta lomba adalah dari PSRM Sardulo Anorogo. Iringan musik khas yang selalu mengiringi penampilan reog mulai mengalun. Teriakan dari pengiring musik turut meramaikan penampilannya. Dengan alat musik gong, gamelan, dan alat lainnya membuat penampilannya begitu hidup. Tiga penari wanita berbaju putih menunggangi kuda keluar dari sisi panggung. Tarian Hujan Danau Toleng, itulah judul tarian yang akan dibawakan oleh PSRM Sardulo Anorogo. Sejurus kemudian penari tersebut pergi dan digantikan oleh empat penari bertopeng khas reog. Dengan gerakan penuh energi mereka menggerakkan tubuh. Terdengar teriakan dari seorang gadis yang duduk di baris depan saat salah satu penari bergerak mendekati penonton. Tepuk tangan bergemuruh sejurus kemudian setelah penampilan tersebut.
FISIP UNEJ dengan UKMK-nya bernama Wisma Gita menampilkan tarian berjudul Ditaborasi merupakan tarian yang menceritakan sepasang pengantin. Enam orang penari berbaju kuning muncul dari sisi panggung. Sejurus kemudian muncullah pasangan pengantin. Sang pengantin laki-laki keluar dari sisi kiri panggung, sedangkan sang pengantin wanita muncul dari sisi kanan panggung dan mereka bertemu di tengah-tengah panggung. Dengan baju pasangan pengantin yang berwarna hitam dengan motif silver membuat mereka terlihat berbeda dari keenam penari lain. Cerita dari tarian ini dapat terlihat secara gamblang dari penampilan tarinya. Terlebih dari pakaian yang dikenakannya sangat terlihat pasangan pengantin yang dimaksud dalam cerita.
Dolanan, UKMK dari FTP UNEJ bersama dengan tariannya berjudul Lingsir Kahuripan bercerita tentang pencarian sosok Tuhan. Awalnya keluarlah dua pemuda menggunakan pakaian jawa coklat dengan garis hitam dan celana hitam. Blangkon terpasang di kedua kepala pemuda tersebut. Tangan mereka bergerak mengikuti nyanyian dan lantunan musik yang lirih. Dua orang penyanyi wanita dan dua orang penyanyi pria mengiringi gerak penari tersebut. Teriakkan dari salah satu penyanyi pria terdengar di tengah-tengah tarian. Sebuah asap keluar dari kayu-kayu yang bertumpuk serta sorot lampu yang hanya mengarah ke kedua penari tersebut membuat kesan mistis terasa. Sesaat kemudian mereka bersujud, tak lama kemudian mereka jatuh terlentang. Empat orang penari wanita yang telah stand by di tengah panggung mulai menggerakkan tangan dan menggoyangkan pinggul mengikuti alunan lagu. Lagu lir-ilir terdengar sejurus kemudian. Salah satu penari mengambil sebuah lampion yang berada di bagian belakang. Dengan langkah yang tertata dan meliuk ke kiri ke kanan ia membawa lampion tersebut dan meletakkannya di atas batang pohon yang tertumpuk di deka kedua pemuda terlentang. Sesaat setelah itu kedua pemuda bangun dan membawa lampion tersebut dengan sneyum merekah. Mereka menari-nari bersama keempat penari wanita. Tepung tangan mengiringi berakhirnya penampilan dari Dolanan.
Penampilan keempat adalah giliran UKMK DKK dari FS UNEJ. Tarian ini bercerita tentang perbedaan karakter diantara dua insan. Namun pasangan tersebut berusaha menyelaraskan perbedaan diantaranya sehingga harmoni keselarasan dapat terasa indahnya. Dua orang pemuda menggunakan pakaian adat jawa layaknya yang dikenakan oleh UKMK Dolanan. Dua orang wanita dibalut dengan busana berwarna hitam dan diiringi dengan kain dan pita berwarna pink dan rok putihnya. Penari wanita dan pria menari secara terpisah, seolah ada perbedaan di keduanya. Namun seiring berjalannya lantunan musik mereka bergandengan tangan dan menari bersama. Sontak disambut teriakan dari penonton yang terkagum akan adegan mesra kedua pasangan. Musik yang nge-beatmembuat tarian bergerak cepat dan penonton bersemangat. Di akhir tarian penari pria merangkul penari wanita. Jarak diantara keduanya yang tak sampai sejengkal itu membuat penonton berteriak histeris. Berhentinya alaunan musik disambut tepuk tangan ratusan penonton yang menyaksikan tarian tersebut.
UKMK Panjalu sebagai penampil terakhir menyajikan sebuah tari. Ada dua orang penari yang menggunakan busana serba putih dan juga ada dua orang penari yang dibalut dengan busana serba hitam dengan kain kuning menutupi bagian pinggul hingga pangkal paha. Pita merah melilit di tangan kanan penari yang memakai busana hitam. Tarian itu memperlihatkan sisi baik dan sisi buruk. Si hitam sebagai sisi buruk dan si putih sebagai sisi baik. Terlihat pertentangan diantara keduanya. Hingga suatu ketika kain putih terletak di tengah panggung. Sebuah piring berisi pewarna kain berwarna merah diletakkan di ujung depan kain, sedangkan berwarna hitam diletakkan diujung belakan kain. Terjadi pertumpahan disitu dan adegan saling tarik-menarik kain. Penampilan Panjalu menutup penampilan peserta lomba tersebut.
Pemungutan polling dilakukan segera setelah penampilan Panjalu usai. Sebari menunggu pengumuman penonton disuguhi penampilan dari Kurusetra yaitu Tari Curut, Bala koreo, antologi puisi tikus, dan ada pula Tari Kipas.

 

Lingsir Kahuripan milik Dolanan terpilih sebagai penampilan terbaik dari penilaian Dewan Juri. Sakralitas kehidupan yang mencari Tuhannya memukau Dewan Juri. Sedangkan penamipilan dari DKK yang mengangkat romansa cinta sebagai cerita tari mereka mendapat polling terbanyak dan membawanya sebagai penampilan terfavorit. [Dina]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *